1. Strategi as a means of establishing the organizational purpose in terms of its long-term objectives, action program, and resource allocation priorities.
Strategi sebagai sarana membangun tujuan organisasi dalam hal jangka panjang tujuan, program aksi, dan prioritas alokasi sumber daya.
Strategi salah satu pandangan tertua dan paling klasik biasanya konsep strategy. Strategy adalah cara eksplisit membentuk tujuan jangka panjang dan tujuan organisasi, mendefiniskan program yang utama dibutuhkan untuk mencapai tujuan tersebut, dan menggunakan sumber daya yang diperlukan.
Pertama, kita perlu mendefinisikan tujuan jangka panjang perusahaan. Tujuan ini harus memiliki ketetapan yang pasti, dan tidak berubah kecuali kondisi eksternal atau perubahan internal untuk pemerikasaan kembali dai ketetapan dari jangka panjang perusahaan tersebut.
Komentar saya :
Strategi 1 menarik dibaca , tapi kenapa strategi jangka panjang paling diutama menjadi sarana membangun tujuan organisasi ? kan masih ada strategi jangka pendek dan menegah , asalkan strategi jangka pendek ataupun menegah tersebut bisa tercapai oleh perusahaan,sehingga menguntungkan perusahaan.
2. Strategi as a definition of the competitive domain of the firm
Strategi sebagai definisi dari domain kompetitif perusahaan
Satu hal perhatikan dari strategi adalah mendefinisikan bisnis perusahaan. Langkah kunci utama dalam mendefinisikan suatu perencanaan formal strategis merupakan segmentasi bisnis yang terjadi.Masalah – masalah yang lebih rumit karena segmentasi bisnis yang pada akhirnya memiliki dampak yang sangat besar dalam menentukan struktur organisasi perusahan.
Segmentasi adalah kunci dari untuk analisis bisnis, keadaan posisi dari strategi, alokasi sumber daya dan manajemen. Segmentasi lebih merupakan seni dari pada ilmu, karena tidak ada panduan yang jelas yang akan diberikan yang menjamin hasil yang tepat. Inti dari segmentasi terdiri dari memilih pelanggan unit bisnis akan melayani, para pesaing bahwa mereka akan hadapi.
Komentar saya :
Strategi 2 menarik dibaca, apa yang menjadi kesulitan dalam membagi segmentasi yang ada di dalam strategi jangka panjang? Dimana kita mengetahui banyak nya macam Segemntasi yang ada !
3. Strategi as a response to eksternal oppourtunities and threath, and internal strengths and weaknesses, in order to achieve a sustainable competitive advantages.
Strategi sebagai respon terhadap peluang dan ancaman eksternal, serta kekuatan dan kelemahan internal, dalam rangka mencapai keunggulan kompetitif yang berkelanjutan.
Berdasarkan pandangan ini, dorongan sentral dalam strategiuntuk mencapai keuntungan jangka panjang yang berkelanjutan atas pesaing utama perusahaan di setiap bisnis. Dalam pengakuannya hasil keuntungan kompetitif dari pemahaman menyeluruh dari kekuatan – kekuatan eksternal – internal yang mempengaruhi organisasi. Secara eksternal, kita harus mengidentifikasi daya tarik industri dan tren, serta dari pesaing utama. Secara internaal, kita harus menilai kemampuan kompetitif perusahaan, yang menghasilkan kekuatan dan kelemahan yang harus terus dikembangkan dan diperbaiki.
Komentar saya :
Strategi 3 sangat bagus , namun di dalam strategy dapat kah di implementasikan didalam kekurangan dan kelebihan internal dan eksternal sehingga dapat di hubungkan menjadi kesatuan yang dapat menguatkan strategi jangka panjang perusahaan.
4. Strategi as a way to define managerial tasks with corporate, business, and functional perspectives.
Strategi sebagai cara untuk menentukan tugas – tugas manajerial dengan perusahaan, bisnis, dan perspektif fungsional.
Ada, tiga yang berbeda – perspektif perusahaan, bisnis dan fungsional yang penting dalam menentukan strategi perusahaan, dan yang membawa tanggung jawab manajerial sangat berbeda .perspektif perusahaan mencakup tugas – tugas yang membutuhkan lingkup sepenuhnya harus ditangani dengan benar.Biasanya cenderung mengasosiasikan perusahaan, bisnis, dan perspektif fungsional
Komentar saya :
Strategi 4 sangat bagus tapi sulit dimengerti, apa keuntungan dan kerugian jika di dalam strategi dan tanggung jawab di manajerial di bedakan perspektif perusahaan, bisnis dan fungsional ? yang dimana seorang manajerial harus mengambil keputusan yang cepat, lugas dan tegas ketika perusahaan di luar jalur strategi jangka panjang yang dibuat bersama sama, seharusnya ada manajerial yang di fokus kan ketika dibagian perspektif perusahaan, bisnis dan fungsional dalam keadaan darurat.
5. Strategy as a coherent, unifying, and integrative pattern of decisions.
Strategy sebagai pola yang koheren, pemersatu,dan integratif keputusan.
Hal ini sangat umum untuk mempertimbangkan strategi sebagai kekuatan utama yang komperhensif bagi organisasi secara keseluruhan.dari perspektif ini, strategi menimbulkan rencana yang menjamin bahwa tujuan dasar dari total perusahaan terpenuhi.
Komentar saya :
Strategi 5 menarik , namun apakah strategi yang sudah menjadi kekuatan perusahan dapat bertahan secara utuh perusahaan tersebut tetap berdiri ? strategi yang menjadi kekuatan bagi perusahaan harus di buat alternatif – alternatif bagi perusahaan, sewaktu ada pesaing yang sejenis yang dapat memberikan dampak buruk bagi perusahaan tersebut, baik dalam konsumen dan low cost.
6. Strategi as a definition of the economic contribution the firm intends to make to its stakeholder.
Strategi sebagai definisi dari kontribusi ekonomi dan non ekonomi perusahaan berniat untuk membuat kepada para pemegang saham.
pandangan dari stakeholder telah memperoleh sebagai unsur strategi dalam beberapa tahun terakhir.stakeholder adalah menunjuk langsung atau tidak langsung menerima manfaat atau menompang biaya berasal dari kegiatan perusahaan seperti pemegang saham, karyawan, manajer, pelanggan, pemasok, pemegang utang, masyarakat, pemerintah dan sebagainya.
Sebuah perusahaan harus menyadari bahwa jika pelanggan tidak dilayani dengan baik, pada dasarnya peusahaan lain akan mendominasi pasar dengan akibat hilang nya daya saing dan keuntungan. Pendapat yang sama dibuat untuk karyawan perusahaan dan pemasok, maka hubungan saling bermanfaat dan saling menguntungkan.
Komentar saya :
Strategy 6 sangat bagus, akan tetapi dengan adanya stakeholder baik sebagai ( pemegang saham, karyawan, manajer, pelanggan, pemasok, pemegang utang, masyarakat, pemerintah) akan saling berkesenambungan dalam meningkatkan keuntungan perusahaan ! kebanyakan perusahaan mengambil karyawan dengan out sourhcing, dengan adanya out sourhcing, perusahaan bebas memecat karyawan dan menggunakan sistem kontrak bagi karyawan dan karyawan di gaji tidak sesuai UMR daerah masing – masing. Apakah stakeholder bisa berjalan tanpa adanya karyawan.
7. Strategy as an expression of strategic intent : stretching the organization
Strategi sebagai ungkapan tujuan strategi : bidang organisasi
Salah satu perhatian yang utama dalam setiap upaya yang mengarah ke posisi strategies perusahaan harus dilakukan dengan sejauh mana organisasi ditantang untuk mencapai tujuan.
Tujuan strategis menyimpang dari pendekatan yang lebih klasik yang mencari kesesuaian antara kesempatan yang diberikan oleh industri dan posisi kompetitif yang berkelanjutan oleh perusahaan untuk membangun keunggulan kompetitif. Tujuan strategis memutuskan unit bisnis sebagai fokus utama dari analisis strategis dan bergerak dimensi yang relevan perhatian strategis untuk tingkat korporasi perusahaan.
Komentar saya :
Dalam strategi 7 ini bagus dengan dibuatnya langkah yang harus dilakukan oleh perusahaan agar mengarah ke strategi perusahaan serta mencapai tujuan sehingga industri di beri kesempatan untuk membangun keunggulan kompetitif. Industri yang bagaimana yang dapat membantu ke strategi perusahaan dan membantu mencapai tujuan perusahaan sehingga perusahaan berjalan secara relevan.
8. Strategy as a means to develop the core competencies of the organization
Strategi sebagai sarana untuk mengembangkan kompetetitif inti organisasi
Tujuan strategies bergerak fokus utama dari strategi dari tingkat bisnis ke tingkat korporasi.prahalad dan hamel, mengembangkan serangan lebih frontal dan tajam tentang penggunaan Strategic Bussiness Unit (SBU) sebagai fokus utama dari analisis strategies.mereka menunjukan bahwa ketergantungan yang berlebihan pada perspektif SBU untuk analisis strategis telah menyebabkan otonomi tidak dapat diterima di tingkat SBU.
Komentar saya :
Strategi ke 8 sangat menarik dimana ada perubahaan tujuan strategi dari tingkat bisnis ke tingkat korporasi. Akan tetapi penggunaan strategi busssiness unit menjadi strategi utama dari analisis strategies telah menyebabkan otonomi tidak dapat diterima di tingkat strategi bussiness unit. Kenapa otonmi tidak dapat meningkatkan strategi bussines unit yang dimana otonomi dapat mengatur kebutuhan masyarakat yang diperlukan sesuai bussnies yang perusahaan lakukan.
Rabu, 19 Desember 2012
love si facility
This short story is about two roommates, who need each other. One favors materialistic objects, and wishes he had a raccoon coat, and the other favors looks, and beauty, and wishes he had a certain girl to go steady with. The main character studying at a law school, cant help but think about who his wife will be one day, hoping it will be Polly Espy. Polly Espy is well known by his roommate, and after bribing him with the raccoon coat he asked to take Polly on a date. Polly doesn’t have that much intelligence so he makes it his mission to teach her a few lessons. After going on five dates, and asking her to go steady with him, Polly denies him by using all the knowledge he had taught her. At first he laughed at it, until she mentioned that the reason why they couldn’t go steady was, because she promised his roommate Petey, she would with him. The story ends by him asking Polly to explain why she should go steady with Petey, and her reply was, “He’s got a raccoon coat.” Since the story did ended on this note. We can’t help but to make our own conclusion.
I believe after this, he was feeling hurt, and betrayed by his roommate. He had made Petey a deal, and that deal was to exchange the raccoon coat , for Polly. In the end Petey ended up winning, because he got both Polly, and the raccoon coat. Although it wasn’t a competition between them, Petey betrayed him, by not following through with their deal. This story teaches us the lesson about materialistic objects, and true friendship. It shows that some people would risk certain things in their life, for an object.
hope you learned something in the story “Love is a Fallacy”. It sure was something that’s worth to read. Fallacies or false ideas are just some of the things you get to learn when loving someone. Love is sometimes a fallacy especially when you just love because you want to. But love is a decision you make. Sometimes it can hurt you; sometimes it can make you happy. Just be sure that when you love there are no other people that you can hurt or step on so that it will be an easy journey. Whether love is a fallacy or not, make sure that you pour love over the people around you.
Langganan:
Postingan (Atom)