Jumat, 20 September 2013

penyakit yang terdapat di indonesia @ copas


Macam – macam Penyakit
1.     Lupus adalah suatu kondisi yang dikarakteristikkan oleh peradangan kronis dari jaringan-jaringan tubuh yang disebabkan oleh penyakit autoimun. Penyakit-penyakit autoimun adalah penykit-penyakit yang terjadi ketika jaringan-jaringan tubuh diserang oleh sistim imunnya sendiri. Sistim imun adalah suatu sistim yang kompleks didalam tubuh yang dirancang untuk memerangi/melawan agen-agen yang menular,

2.     Penyakit herpes atau yang paling dikenal masyarakat dengan penyakit cacar adalah radang kulit dengan tanda-tanda gelembung-gelembung berisi air secara berkelompok pada permukaan kulit.

3.     Kanker adalah suatu penyakit yang ditimbulkan oleh sel tunggal yang tumbuh tidak normal dan tidak terkendali sehingga dapat menjadi tumor ganas yang dapat menghancurkan dan merusak sel atau jaringan sehat. Kanker merupakan salah satu jenis penyakit yang sangat ditakuti oleh banyak orang sehingga ada baiknya kita mencegah kanker daripada mengobatinya. Pada tulisan ini akan diberikan penjelasan lebih lanjut mengenai kanker.

4.     Leukemia (kanker darah) adalah jenis penyakit kanker yang menyerang sel-sel darah putih yang diproduksi oleh sumsum tulang (bone marrow). Sumsum tulang atau bone marrow ini dalam tubuh manusia memproduksi tiga type sel darah diantaranya sel darah putih (berfungsi sebagai daya tahan tubuh melawan infeksi), sel darah merah (berfungsi membawa oxygen kedalam tubuh) dan platelet (bagian kecil sel darah yang membantu proses pembekuan darah).

5.     Albinisme(albino)  merupakan suatu penyakit keturunan yang jarang ditemukan dimana tubuh tidak dapat membentuk melanin. Orang yang menderita albinisme disebut albino.

6.     Penyakit Addison adalah kelainan endokrin atau hormon yang terjadi pada semua kelompok umur dan menimpa pria-pria dan wanita-wanita sama rata. Penyakit dikarakteristikan oleh kehilangan berat badan, kelemahan otot, kelelahan, tekanan darah rendah, dan adakalanya penggelapan kulit pada kedua-duanya yaitu bagian-bagian tubuh yang terbuka dan tidak terbuka.

7.     Batu ginjal adalah mineral yang keras dan material dari kristal yang terbentuk didalam ginjal atau saluran kencing. Batu-batu ginjal adalah penyebab yang umum dari darah dalam urin dan seringkali nyeri yang berat/parah pada perut, panggul, atau selangkangan. Batu-batu ginjal adakalanya disebut renal calculi. Satu dalam setiap 20 orang mengembangkan batu ginjal pada satu ketika dalam kehidupannya.

8.     Chikungunya adalah sejenis demam virus yang disebabkan alphavirus yang disebarkan oleh gigitan nyamuk dari spesies Aedes aegypti. Namanya berasal dari sebuah kata dalam bahasa Makonde yang berarti "yang melengkung ke atas", merujuk kepada tubuh yang membungkuk akibat gejala-gejala arthritis penyakit ini.

9.     Penyakit Difteri adalah penyakit infeksi akut pada saluran pernafasan bagian atas. Penyakit ini dominan menyerang anak anak, biasanya bagian tubuh yang diserang adalah tonsil, faring hingga laring yang merupakan saluran pernafasan bagian atas.

10.                        Hemofilia adalah suatu kelainan perdarahan akibat kekeurangan salah satu faktor pembekuan darah.

11.                        penyakit insomnia, secara umum didefinisakan Insomnia suatu kesulitan untuk tidur, atau bertahan tidur, atau tidur dengan nyenyak. Dampaknya adalah distress (stres yang mengganggu) yang pada keesokan harinya bermanifestasi sebagai rasa lemas, lesu, menurunnya kemampuan berpikir, serta menjadi mudah tersinggung.

12.                        Penyakit Klamidia tergolong dalam infeksi menular seksual (IMS) pada manusia yang disebabkan oleh bakteri Chlamydia trachomatis. Istilah infeksi Klamidia dapat juga merujuk kepada infeksi yang disebabkan oleh setiap jenis bakteri dari keluarga Chlamydiaceae. C. trachomatis hanya ditemukan pada manusia. dapat merusak alat reproduksi manusia dan penyakit mata. Penyakit ini adalah merupakan salah satu IMS yang paling umum di seluruh dunia – yang diperkirakan sekitar 2,3 juta orang di Amerika Serikat yang terinfeksi Klamidia.
13.                        Lepra (penyakit Hansen) adalah infeksi menahun yang terutama ditandai oleh adanya kerusakan saraf perifer (saraf diluar otak dan medulla spinalis), kulit, selaput lendir hidung, buah zakar (testis) dan mata.

14.                        Osteoporosis adalah berkurangnya kepadatan tulang yang progresif, sehingga tulang menjadi rapuh dan mudah patah. Tulang terdiri dari mineral-mineral seperti kalsium dan fosfat, sehingga tulang menjadi keras dan padat.

15.                        prostat adalah penyakit akibat perubahan hormonal dihidrotestosteron / DHT dalam jaringan kelenjar prostat yang meningkat pada usia dewasa. Peningkatan hormon tersebut umumnya karena pertambahan usia serta fungsi penguraian yang berkurang sehingga ukuran kelenjar prostat akan terus bertambah.
16.                        Polip Hidung adalah suatu pertumbuhan dari selaput lendir hidung yang bersifat jinak.

17.                        Osteoartritis Penyakit ini merupakan penyakit kerusakan tulang rawan sendi yang
berkembang lambat dan berhubungan dengan usia lanjut. Secara klinis ditandai dengan nyeri, deformitas, pembesaran sendi, dan hambatan gerak pada sendi – sendi tangan dan sendi besar yang menanggung beban.

18.                        Penyakit tifus disebabkan oleh baksil Abdomenalis dengan masa inkubasi kurang lebih satu bulan. Tifus Adomen juga disebabkan oleh Salmonella typhi, dengan demam tinggi yang berlangsung selama 1-3 minggu. Penyakit ini biasanya terdapat pada anak yang berumur dua tahun lebih.

19.                        Pengertian vertigo adalah : sensasi gerakan atau rasa gerak dari tubuh atau lingkungan sekitarnya, dapat disertai gejala lain, terutama dari jaringan otonomik akibat gangguan alat keseimbangan tubuh. Vertigo (sering juga disebut pusing berputar, atau pusing tujuh keliling) adalah kondisi di mana seseorang merasa pusing disertai berputar atau lingkungan terasa berputar walaupun badan orang tersebut sedang tidak bergerak.

20.                        Varises  adalah bila di kaki Anda terlihat urat-urat halus menyembul di seputar betis belakang, bisa jadi Anda terkena kelainan. Kelainan ini terjadi di pembuluh darah balik (vena) yang berfungsi mengangkut darah sisa metabolisme dari seluruh jaringan tubuh dan kembali ke jantung.

SWOT terminal MUltipurpose


PENDAHULUAN
Sistem transportasi dalam suatu negara selalu mempunyai arti penting, tidak hanya sekedar sebagai alat mobilitas warganya tetapi lebih dari itu juga merupakan penggerak roda perekonomian yang berdimensi sangat luas contohnya seperti Terminal Multipurpose.
Terminal Multipurpose adalah segala macam atau barang di dalam terminal atau pelabuhan dengan bermacam-macam komoditi barang impor dan ekspor dalam suatu kegiatan.
Terminal Nilam Timur Multipurpose merupakan salah satu terminal dengan tingkat kegiatan bongkar muat yang paling tinggi di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya. Terminal Multipurpose Nilam Timur (TMNT), sebelumnya merupakan terminal konvensional yang dilengkapi dengan beberapa gudang. Sampai pada akhirnya PT.Pelindo III mengoptimalkannya dengan melakukan Revitalisasi menjadi terminal modern. Revitalisasi yang dilakukan PT. Pelindo III (Persero) pada Terminal Multipurpose Nilam Timur (TMNT) membawa dampak positif dalam hal kinerja dan terdongkraknya arus petikemas domestik melalui terminal ini.
Revitalisasi yang dilakukan adalah dengan melkukan tahapan peningkatan bangunan dermaga, memodernisasikan gudang menjadi lapangan penumpukan atau Container Yard (CY) serta penyediaan peralatan bongkar muat khusus petikemas yang memadai.
Sebagai terminal operator dan service provider, PT Multi Terminal Indonesia berupaya untuk mengembangkan cakupan pelayanan dan penetrasi pasar dengan merespon keinginan pelanggan dengan berusaha memberikan layanan yang cepat, aman dan murah serta peyediaan fasilitas Terminal Multipupose untuk melayani menangani kegiatan bongkar muat barang non petikemas (Break Bulk. Cargo Bulk, liquid Bulk)
LATAR BELAKANG

Dengan presentase kegiatan operasional yang mencapai hampir 80% maka Terminal Nilam Timur merupakan terminal dengan tingkat pelayanan bongkar muat yang tersibuk melakukan kegiatan operasional. Pertumbuhan bongkar muat barang khususnya petikemas di Terminal Nilam Multipurpose Surabaya yang semakin meningkat hal itu disebabkan karena semakin besarnya ekspor dan impor yang terjadi di Surabaya.
Oleh karena itu dengan makin tingginya arus kegiatan bongkar muat khususnya petikemas maka makin tingginya risiko yang terjadi, baik itu risiko yang berhubungan dengan kecelakaan kerja, biaya maupun waktu.
Kegiatan operasional yang tinggi di Terminal Nilam Timur Multipurpose mengakibatkan banyaknya risiko atau kecelakaan yang sering terjadi hal tersebut disebabkan oleh kecerobohan manusia atau pun   disebabkan karena kecakapan yang dimiliki kurang dan sangat terbatas.









Pembahasan Masalah

Semua jenis kegiatan pasti memiliki risiko dan permasalahan yang kapan saja bisa datang, tak terkecuali pada kegiatan operasional di Terminal Multipurpose. Permasalahan yang datang tak jauh dari masalah yang disebabkan oleh sumber daya manusia baik dari pihak operator maupun tenaga kerja bongkar muat.

Hal tersebut mengakibatkan terjadinya berbagai kecelakaan yang terjadi di lapangan. Kecelakaan diantaranya kecelakaan yang menyebabkan luka ringan bahkan luka berat pada TKBM. Dan kecelakaan tabrakan kapal yang disebabkan tidak lain dari kelalaian manusia itu sendiri, maupun pengawasan atau kontrol dari keamanan dalam bekerja.

Dalam hal mengembangkan cakupan pelayanan dan penetrasi pasar dengan merespon keinginan pelanggan dengan berusaha memberikan pelayanan yang cepat, aman dan murah serta penyediaan fasilitas Terminal Multipurpose untuk melayani kegiatan bongkar muat barang.











METODE
Dalam menganalisis masalah pembahasan terminal multipurpose ini , kita menggunakan Metode analisis SWOT (Strength, Weakness, Opportunity, Threat) dimana didalam kegitan operasional Terminal Multipurpose terdiri dari berbagai macam kegiatan.

Strength (kekuatan)
Kekuatan yang ada di Terminal Multipurpose adalah tersedianya kelengkapan peralatan alat Bongkar Muat khusus yang memadai. Seperti : 3 unit container crane, 5 unit Rubber Tyred Gantry serta di lengkapai 12 unit Head Truck dan Chasis. Selain itu meningkatnya kinerja bongkar muat petikemas yang signifikan, dan didukung oleh berbagai fasilitas infrastruktur yang memadai untuk digunakan Sumber Daya Manusia dalam melakukan aktivitas di terminal Multipurpose.

Weakness (kelemahan)
Kelemahan yang ada pada pelayanan Terminal Multipurpose ini diantaranya yaitu terdapat beberapa risiko terhadap kecelakaan kerja dan biaya. Risiko tersebut berupa risiko kapal tabrakan / bersenggolan dengan kapal lain. Selain itu terdapat risiko pekerja / TKBM yang terpeleset, tersandung, kejatuhan benda di deck kapal. Kegiatan pengisian bahan bakar terdapat risiko kebakaran. Kegiatan Loading and Unloading Container pada saat di dermaga terdapat risiko CC (Container Crane) roboh. Untuk penanganannya adalah dengan mengalihkan kepada pihak ketiga yaitu asuransi yang akan dilaksanakan pada kelima risiko tertinggi.

Opportunity ( Peluang)
Di dalam kegiatan operasional Terminal Multipurpose terdapat beberapa kegiatan dimana tersedia infrastruktur dan peralatan bongkar muat yang memadai sehingga memberikan peluang yang cukup baik dan bagus untuk perusahaan mendapatkan keuntungan, yang besar dari customer yang mempercayai fasilitas dan pelayannan dari terminal multipurpose yang kita operasionalkan.

Threath ( Ancaman )
Dengan semakin berkembangnya tingkat kegiatan terminal multipurpose maka semakin banyak pula kompotitor lain yang berlomba lomba meningkatkan kualitas pelayanan (persaingan) sehingga kita dituntut agar mampu mempertahankan kepercayaan customer pada pelayanan yang kita berikan. Dengan adanya persaingan tersebut maka terjadilah kompetitif tarif dimana persaingan dari tarif dapat kita tangani dengan cara meningkatkan level of service, melakukan perbaikan pelayanan terhadap penanganan bongkar muat, jaminan keamanan serta layanan kegiatan operasional 24 jam.









Kesimpulan
v Berdasarkan analisis metode SWOT maka dapat di disimpulkan Terminal Multipurpose di Terminal Nilam Timur terdapat kelengkapan perlengkapan alat bongkar muat.
v Berdasarkan analisis metode SWOT maka dapat disimpulkan Terminal Multipurpose di Terminal Nilam Timur terdapat kelemahan yang ada pada pelayanan Terminal Multipurpose ini diantaranya yaitu terdapat beberapa risiko terhadap kecelakaan kerja dan biaya.
v Berdasarkan analisis metode SWOT maka dapat di disimpulkan Terminal Multipurpose di Terminal Nilam Timur terdapat pendapatan yang menguntungan dikarenakan infrastruktur yang baik sehingga mendapatkan kepercayaan dari customer.
  Saran

v Diharapkan pelengkapan bongkar muat dan TKBM di rawat serta ditingkatkan lagi.
v Perlu dilakukan pembinaan kepada TKBM agar menjadi lebih profesional lagi dalam melaksanakan kegiatan bongkar / muat barang.
v Perlu dilakukan penelitian lanjutan yang lebih mendalam lagi menyangkut dampak eksternalitas yang ditimbulkan dengan adanya pengembangan pelabuhan tersebut baik itu dampak terhadap masyarakat maupun lingkungan disekitar pelabuhan.
 






Management Operasi Terminal Multipurpose

Dosen : Capt. Thamrin, SE, MM


Nama Kelompok

1.     Oscar Colegan ( 224310010 )
2.     Cynthia Utami Agustin ( 224310065 )
3.     Ria Nurmalia Rahmadhani ( 224310054 )
4.     Novitta Shinta (224310019 )
5.     Gabriel Abednego ( 224310095 )

Pemanduan


SKRIPSI

“PENGARUH GERAKAN KAPAL TUNDA TERHADAP WAKTU PELAYANAN PEMANDUAN PADA  PT. PELABUHAN INDONESIA III (PERSERO) CABANG TANJUNG PERAK DI SURABAYA TAHUN 2013”

Disusun Oleh :

GABRIEL ABEDNEGO
224310095
MANAJEMEN TRANSPOR LAUT


SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN TRANSPOR TRISAKTI
2013 / 2014
Bab 1
Pendahuluan

Latar Belakang Masalah
Pelabuhan memegang peranan yang cukup penting di indonesia dengan salah satu fungsi pelabuhan yaitu sebagai pintu masuk atau keluarnya barang dari suatu negara atau daerah dimana mayoritas dari barang tersebut di angkut melalui transportasi laut, dari pelabuhan asal masuk ke pelabuhan tujuan. Orientasi kegiatan pelabuhan yang paling dominan adalah untuk pelayanan kapal dan barang, dimana pelayanan untuk kapal itu terdiri dari : pelayanan jasa labuh, jasa tambat, jasa pemanduan, dan jasa penundaan. Kemudian pelayanan jasa untuk barang seperti pelayanan jasa dermaga, jasa bongkar muat, dan jasa penumpukan.
Salah satunya Pelabuhan Indonesia III (Persero) cabang Tanjung Perak Surabaya dituntut untuk dapat lebih meningkatkan peranannya dalam memberikan pelayanan sebaik mungkin kepada masyarakat. Pengguna jasa angkutan laut, bila ditinjau dari aspek pembangunan, angkutan laut mempunyai fungsi menunjang semua sektor pembangunan dan membantu tercapainya pengalokasian sumber-sumber ekonomi secara optimal. Hal di atas pada gilirannya  mampu  menunjang  kegiatan  ekonomi  dan mobilitas produksi untuk meningkatkan nilai tambah bagi barang yang diangkutnya. Dengan melihat fakta yang ada sudah sewajarnya strategi pembangunan subsektor perhubungan laut perlu diperkokoh.
Pelabuhan menyediakan fasilitas dan pelayanan untuk kapal yang berkunjung, pelayanan tersebut dibagi menjadi dua kelompok, yaitu pelayanan untuk kapal dan pelayanan untuk barang, salah satu pelayanan untuk kapal adalah pelayanan jasa pemanduan kapal (pilotage), yaitu kegiatan pandu dalam membantu nakhoda kapal, agar navigasi dapat dilaksanakan selamat, tertib dan lancar dengan memberikan informasi tentang keadaan perairan setempat yang terpenting untuk keselamatan kapal, penumpang dan muatannya sewaktu memasuki alur pelayaran menuju dermaga. Pelayanan pemanduan kapal ternyata termasuk pekerjaan yang dituntut tanggung jawab prestasi kerja, kerja sama, prakarsa, kejujuran dan prilaku kondisi fisik yang prima dalam pelaksanaannya. Masalah kelancaran, keamanan, keselamatan dari kapal yang dipandu adalah hal yang utama dalam pelaksaaan operational pemanduan kapal, karena akibat yang ditimbulkan dari suatu kelalaian atas pemanduan kapal yang berpengaruh pada kelancaran lalu lintas kapal dalam pelabuhan.  
Untuk mendukung semua itu perlunya peningkatan sarana dan prasarana yang dibutuhkan untuk proses pelayanan jasa pemanduan kapal, salah satunya lamanya waktu yang dihabiskan kapal selama berada di pelabuhan (waiting time) harus di minimalisirkan.
                Dalam meningkatkan kelancaran pelayanan jasa pemanduan kapal di PT. Pelabuhan indonesia III cabang tanjung perak, peranan kapal tunda merupakan suatu faktor yang  dituntut untuk dapat mencapai produktivitas yang maksimal di dalam proses jasa pelayanan pemanduan.  Sehubungan dengan permasalahan tersebut penulis mengambil judul skripsi “PENGARUH GERAKAN KAPAL TUNDA TERHADAP WAKTU PELAYANAN PEMANDUAN PADA  PT. PELABUHAN INDONESIA III (PERSERO) CABANG TANJUNG PERAK DI SURABAYA TAHUN 2013”

B. Rumusan Masalah
                1.  Identifikasi masalah
Seperti telah diuraikan diatas mengenai salah satu sarana pendukung dalam transportasi laut beserta fasilitas penunjang dalam kegiatan pemanduan, maka penulis dapat mengidentifikasikan masalah sebgai berikut :
a.       Keterlambatan sarana dalam menunjang pelaksaan pemanduan kapal
b.      Pemanfaatan fasilitas dan peralatan pendukung jasa pemanduan kapal kurang optimal
c.       Usia dari armada kapal tunda yang tidak memenuhi standar
d.      Jumlah armada kapal tunda yang terbatas
2. Batasan masalah
Dalam penyusunan skripsi ini penulis membatasi pembahasan mengenai pengaruh gerakan kapal tunda terhadap waktu pelayanan pemanduan pada PT. Pelabuhan Indonesia III ( PERSERO )  cabang tanjung perak surabaya tahun 2013
3. Pokok Masalah
a. Bagaimana jumlah gerakan kapal tunda di PT. Pelabuhan Indonesia III (Persero) Cabang Tanjung Perak Surabaya ?
b. Bagaimana lama waktu pemanduan di PT. Pelabuhan Indonesia III (Persero) Cabang Tanjung Perak Surabaya ?
c. Adakah pengaruh gerakan kapal tunda terhadap waktu pemanduan di di PT. Pelabuhan Indonesia III (Persero) Cabang Tanjung Perak Surabaya ?
C. Tujuan Penelitian dan Manfaat Penelitian   
1. Tujuan Penelitian
a.  Untuk mengetahui perubahan jumlah gerakan kapal tunda di PT. Pelabuhan Indonesia III (Persero) Cabang Tanjung Perak Surabaya.
b.  Untuk mengetahui perubahan waktu penundaan di PT. Pelabuhan Indonesia III (Persero) Cabang Tanjung Perak Surabaya.
c. Untuk mengetahui adakah pengaruh gerakan kapal tunda terhadap waktu     pemanduan di tanjung perak surabaya pada tahun 2013
2. Manfaat Penulis
Hasil penelitian yang tersusun dalam skripsi ini diharapkan dapat bermanfaat, baik bagi penulis, perusahaan, civitas akademika STMT Trisakti serta para pembaca dan pihak – pihak lain yang membutuhkannya :
a.       Bagi penulis:
Adalah untuk menambah wawasan ilmu pengetahuan mengenai pelabuhan secara keseluruhan dan untuk menambah wawasan pengetahuan tentang aplikasi ilmu yang diperoleh di bangku kuliah dengan penerapan yang sebenarnya pada kantor Pelabuhan Indonesia III (Persero) Cabang Surabaya dan penelitian ini merupakan salah satu persyaratan dalam menyelesaikan program studi manajemen, konsentrasi manajemen transportasi laut jenjang pendidikan S1 di STMT TRISAKTI.
b.      Bagi Lembaga Pendidikan (STMT Trisakti)
Sebagai tambahan ilmu pengetahuan yang dapat digunakan sebagai bahan bacaan dan sebagai data dokumentasi di perpustakaan STMT Trisakti.
c.     Bagi perusahaan PT. Pelabuhan Indonesia III (Persero) Cabang Tanjung Perak Surabaya.
Sebagai bahan masukan dan pertimbangan yang mungkin bermanfaat bagi    perusahaan agar dapat meningkatkan lagi troughputnya.
d.  Hipotesis
        Merupakan hasil sementara dari hasil penelitian yang perlu diuji sebenarnya maka hipotesis penelitian ini adalah : “Di duga ada pengaruh antara gerakan kapal tunda terhadap waktu pelayanan pemanduan di PT. Pelabuhan Indonesia III (Persero) Cabang Tanjung Perak Surabaya tahun 2013.
E. Metode penelitian
Dalam penelitian ini digunakan metode pengumpulan data dan teknik analisis data sebagai berikut :
1.       Jenis dan sumber data
Didalam penyusunan skripsi ini jenis data yang digunakan peniliti adalah data sekunder yaitu : data berupa angka – angka tentang gerakan kapal tunda dan data berupa angka- angka waktu pelayanan pemanduan di PT. Pelabuhan Indonesia III (Persero) Cabang Tanjung Perak Surabaya tahun 2013, sedangkan sumber data adalah di PT. Pelabuhan Indonesia III (Persero) Cabang Tanjung Perak Surabaya.     
2.        Metode pengumpulan Data
a.       Riset lapangan ( Field Research )
Yaitu suatu penelitian yang dilakukan dengan mengadakan observasi dan pengamatan langsung terhadap objek studi yang menjadi pokok permasalahan untuk memperoleh data – data yang diperlukan, antara melalui : Pengamatan (Observation),  yaitu melakukan peninjauan langsung ke objek penelitian sehingga data yang penulis kumpulkan benar – benar sesuai dengan keadaan yang sebenarnya pada saat penelitian berlangsung.
B. Riset kepustakaan (library Research )
Yaitu suatu penelitian yang dilakukan untuk memperoleh data –data yang bersumber dari buku – buku diklat dan mengutip buku – buku literatur yang berhubungan dengan masalah yang penulis angkat.
3.       Metode Analisis Data
a.       Analisis Regresi Linier Sederhana ( J. Supranto, 2000 : 174 )
Y = a + bx
a =
                                 n 
b           
                                                              
                                                             Artinya :
                                         X = Variabel Bebas = Gerakan kapal Tunda
   Y = Variabel Terikat = Waktu pemanduan
   A = Bilangan=  tetap atau konstanta
   B2 = Koefisiean Regresi
n = Jumlah pasangan observasi atau pengukuran, dalam hal ini responden penilai dan tahun penelitian

b.      Koefisien Korelasi Pearson
Analisis ini digunakan untuk mengetahui seberapa besar hubungan antara gerakan kapal tunda dengan waktu pemanduan yang dinyatakan  :dalam rumus yang dikemukanan oleh  J. Supranto ( 2000:153 ) sebagai berikut :
              
               r
                                                                                      
                                                                  Artinya :
  Jika r = 0 atau mendekati 0, maka hubungan antara kedua variabel      sangat lemah atau tidak terdapat hubungan sama sekali
  Jika r = + 1 atau mendekati 1, maka hubungan antara kedua variabel     dikatakan positif dan sanagat kuat sekali
Jika r = - 1 atau mendekati – 1, maka hubungan kedua variabel tersebut dikatakan negatif dan sangat kuat sekali.






TABEL 1.1
Pedoman Untuk Memberikan Interpretasi Koefisien Korelasi
Koefisien Korelasi
Tingkat Hubungan
0,00 – 0,199
Sangat Rendah
0,20 – 0,399
Rendah
0,40 – 0,599
Sedang
0,60 – 0,799
Kuat
0,80 – 1,000
Sangat Kuat
Sumber : Sugiono ( 2011 :257 )
c.       Koefisien Penentu
KP = r2 x 100%
Dimana :
KP = Koefisien Penentu
R = Koefisien korelasi X dan Y
Fungsi dari koefisien penentu adalah
        1). Menentukan kelayakan penelitian
        a) Jika Kp mendekati 1, maka layak di gunakan
        b) Jika Kp mendekati 0, maka tidak layak di gunakan
2).  Menentukan peranan variabel indenpenden mempengaruhi variabel dependen
                                                             d. Uji Hipotesis
Hipotesis adalah hasil sementara suatu penelitian yang perlu diuji kebenarannya Dalam skripsi ini uji hipotesis yang penulis lakukan dengan cara membandingkan nilai thit terhadap t total .
                                                                         thit
                                                                                 
1)      Perumusan hipotesis awal, dimana :
Ho :  , artinya tidak ada hubungan antara gerakan kapal tunda (Variabel X) dengan waktu pelayanan pemanduan ( Variabel Y )
Ha : , artinya hubungan antara gerakan kapal tunda ( Variabel X ) dengan waktu pelayanan pemanduan ( Variabel Y )
2)      Pembuktian signifikan
Jika thit < ttotal, maka Ho diterima, dan Ha = ditolak artinya hubungan X dan Y tidak signifikan, dan
Jika thit > ttotal, maka Ho ditolak, dan Ha = diterima artinya hubungan X dan Y signifikan.   
F.  Sistematika Penelitian
                Untuk mempermudah penulis dalam penyampaian materi maka sitematika penulisan skripsi ini dibagi menjadi lima bab yang masing – masing bab yang secara garis besar terdiri dari bab – bab sebagai berikut :
BAB I                     : PENDAHULUAN
Dalam bab pendahuluan ini menguraikan tentang latar belakang masalah, rumusan permasalahan, tujuan penelitian, manfaat penelitian, metodologi penelitian, dan sistematika penulisan skripsi.
                                Bab II                     : Landasan Teori
Dalam bab ini menjelaskan landasan teori dari para pakar yang menjadi dasar pemikiran dan berkaitan dengan masalah yangakan dibahas dalam skripsi ini mengenai ; pengertian manajemen, pengertian kapal, teori kepemanduan, pengertian pelabuhan, pengertian tentang tunda kapal.
Bab III                   :GAMBARAN UMUM KANTOR PT. PELABUHAN INDONESIA  (PERSERO III) CABANG TANJUNG PERAK SURABAYA
Menggambarkan secara singkat sejarah perusahaan, organisasi dan manajemen, kegiatan usaha serta  fasilitas-fasilitas PT. Pelabuhan Indonesia III (Persero) Cabang Tanjung Perak Surabaya.
                                Bab IV                   : ANALISIS DAN PEMBAHASAN
Dalam bab ini akan dibahas mengenai permasalahan yang ada di PT. Pelabuhan Indonesia III (Persero) Cabang Tanjung Perak Surabaya seperti masalah yang berkaitan dengan gerakan kapal tunda terhadap waktu pelayanan pemanduan.
                                Bab V                    : PENUTUP
Pada bab ini berisikan kesimpulan yang diambil dari bab IV, berdasarkan analisis dan pembahasan, serta kesimpulan dari penelitian dan sumbangan pemikiran yang didapat dari hasil penelitian.