Rabu, 19 Desember 2012

strategi means

1.    Strategi as a means of establishing the organizational purpose in terms of its long-term objectives, action program, and resource allocation priorities.               
Strategi sebagai sarana membangun tujuan organisasi dalam hal jangka panjang tujuan, program aksi, dan prioritas alokasi sumber daya.
Strategi salah satu pandangan tertua dan paling klasik biasanya konsep strategy. Strategy adalah cara eksplisit membentuk tujuan jangka panjang dan tujuan organisasi, mendefiniskan program  yang utama dibutuhkan untuk mencapai tujuan tersebut, dan menggunakan sumber daya yang diperlukan.
Pertama, kita perlu mendefinisikan tujuan jangka panjang perusahaan. Tujuan ini  harus memiliki ketetapan yang pasti, dan tidak berubah kecuali kondisi eksternal atau perubahan internal untuk pemerikasaan kembali dai ketetapan dari jangka panjang perusahaan tersebut.
Komentar saya :
Strategi 1 menarik dibaca , tapi kenapa  strategi jangka panjang paling diutama menjadi sarana membangun tujuan organisasi ?  kan masih ada strategi jangka pendek dan menegah , asalkan strategi jangka pendek ataupun menegah tersebut bisa tercapai oleh perusahaan,sehingga menguntungkan perusahaan.
   
2.    Strategi as a definition of the competitive domain of the firm  
Strategi sebagai definisi dari domain kompetitif perusahaan
Satu hal perhatikan dari strategi adalah mendefinisikan bisnis perusahaan. Langkah kunci utama dalam mendefinisikan suatu perencanaan formal strategis merupakan segmentasi bisnis yang terjadi.Masalah – masalah yang lebih rumit karena segmentasi bisnis yang pada akhirnya memiliki dampak yang sangat besar dalam menentukan struktur organisasi perusahan.
Segmentasi adalah kunci dari untuk analisis bisnis, keadaan posisi dari strategi, alokasi sumber daya  dan manajemen. Segmentasi lebih merupakan seni dari pada ilmu, karena tidak ada panduan yang jelas yang akan diberikan yang menjamin hasil yang tepat. Inti dari segmentasi terdiri dari memilih pelanggan unit bisnis akan melayani, para pesaing bahwa mereka akan hadapi.
Komentar saya :
Strategi 2 menarik dibaca, apa yang menjadi kesulitan dalam membagi segmentasi yang ada di dalam strategi jangka panjang? Dimana kita mengetahui banyak nya macam Segemntasi yang ada !
3.    Strategi as a response to eksternal oppourtunities and threath, and internal strengths and weaknesses, in order to achieve a sustainable competitive  advantages.
Strategi sebagai respon terhadap peluang dan ancaman eksternal, serta kekuatan dan kelemahan internal, dalam rangka mencapai keunggulan kompetitif yang berkelanjutan.
Berdasarkan pandangan ini, dorongan sentral dalam strategiuntuk mencapai  keuntungan jangka panjang yang berkelanjutan atas pesaing utama perusahaan di setiap bisnis. Dalam pengakuannya hasil keuntungan kompetitif dari pemahaman menyeluruh dari kekuatan – kekuatan eksternal – internal yang mempengaruhi organisasi. Secara eksternal, kita harus mengidentifikasi daya tarik industri dan tren, serta dari pesaing utama. Secara internaal, kita harus menilai kemampuan kompetitif perusahaan, yang menghasilkan kekuatan dan kelemahan yang harus terus dikembangkan dan diperbaiki.
Komentar saya :
Strategi 3 sangat bagus , namun di dalam strategy dapat kah di implementasikan didalam kekurangan dan kelebihan internal dan eksternal sehingga dapat di hubungkan menjadi kesatuan yang dapat menguatkan strategi jangka panjang perusahaan.

4.    Strategi as a way to define managerial tasks with corporate, business, and functional perspectives.  
Strategi sebagai cara untuk menentukan tugas – tugas manajerial dengan perusahaan, bisnis, dan perspektif fungsional.
Ada, tiga yang berbeda – perspektif perusahaan, bisnis dan fungsional yang penting  dalam menentukan strategi perusahaan, dan  yang membawa tanggung jawab manajerial sangat berbeda .perspektif perusahaan mencakup tugas – tugas yang membutuhkan lingkup sepenuhnya harus ditangani dengan benar.Biasanya cenderung mengasosiasikan perusahaan, bisnis, dan perspektif fungsional
Komentar saya :
Strategi 4 sangat bagus tapi sulit dimengerti, apa keuntungan dan kerugian jika di dalam strategi dan tanggung jawab di manajerial di bedakan perspektif perusahaan, bisnis dan fungsional ? yang dimana seorang manajerial harus mengambil keputusan yang cepat, lugas dan tegas ketika perusahaan di luar jalur strategi jangka panjang yang dibuat bersama sama, seharusnya ada manajerial yang di fokus kan ketika dibagian perspektif perusahaan, bisnis dan fungsional dalam keadaan darurat.
5.    Strategy as a coherent, unifying, and integrative pattern of decisions.
Strategy sebagai pola yang  koheren, pemersatu,dan integratif keputusan.
Hal ini sangat umum untuk mempertimbangkan strategi sebagai kekuatan utama yang komperhensif bagi organisasi secara keseluruhan.dari perspektif ini, strategi menimbulkan rencana yang menjamin  bahwa tujuan dasar dari total perusahaan terpenuhi.
Komentar saya :
Strategi 5 menarik , namun apakah strategi yang sudah menjadi kekuatan perusahan dapat bertahan secara utuh perusahaan tersebut tetap berdiri ?  strategi yang menjadi kekuatan bagi perusahaan harus di buat alternatif – alternatif bagi perusahaan, sewaktu ada pesaing yang sejenis yang dapat memberikan dampak buruk bagi perusahaan tersebut, baik dalam konsumen dan  low cost.
6.    Strategi as a definition of the economic contribution the firm intends to make to its stakeholder.
Strategi sebagai definisi dari kontribusi ekonomi dan non ekonomi perusahaan berniat untuk membuat kepada para pemegang saham.
pandangan dari stakeholder telah memperoleh sebagai unsur strategi dalam beberapa tahun terakhir.stakeholder adalah menunjuk langsung  atau tidak langsung menerima manfaat atau menompang biaya berasal dari kegiatan perusahaan seperti pemegang saham, karyawan, manajer, pelanggan, pemasok, pemegang utang, masyarakat, pemerintah dan sebagainya.
Sebuah perusahaan harus menyadari bahwa jika pelanggan tidak dilayani dengan baik, pada dasarnya peusahaan lain akan mendominasi pasar dengan akibat hilang nya daya saing dan keuntungan. Pendapat yang sama dibuat untuk karyawan perusahaan dan pemasok, maka hubungan saling bermanfaat dan saling menguntungkan. 
Komentar saya :
Strategy 6 sangat bagus, akan tetapi dengan adanya stakeholder baik sebagai ( pemegang saham, karyawan, manajer, pelanggan, pemasok, pemegang utang, masyarakat, pemerintah)  akan saling berkesenambungan dalam meningkatkan keuntungan perusahaan ! kebanyakan perusahaan mengambil karyawan dengan out sourhcing, dengan adanya out sourhcing, perusahaan bebas memecat karyawan dan menggunakan sistem kontrak bagi karyawan dan karyawan di gaji tidak sesuai UMR daerah masing – masing. Apakah stakeholder bisa berjalan tanpa adanya karyawan.

7.    Strategy as an expression of strategic intent : stretching the organization
Strategi sebagai ungkapan tujuan strategi : bidang organisasi
Salah satu perhatian yang utama dalam setiap upaya yang mengarah ke posisi strategies perusahaan harus dilakukan dengan sejauh mana organisasi ditantang untuk mencapai tujuan.
Tujuan strategis menyimpang dari pendekatan yang lebih klasik yang mencari kesesuaian antara kesempatan yang diberikan oleh industri dan posisi kompetitif yang berkelanjutan oleh perusahaan untuk membangun keunggulan kompetitif. Tujuan strategis  memutuskan unit bisnis sebagai fokus utama dari analisis strategis dan bergerak dimensi yang relevan perhatian strategis untuk tingkat korporasi perusahaan.
Komentar saya :
Dalam strategi 7 ini bagus dengan dibuatnya langkah yang harus dilakukan oleh perusahaan agar mengarah ke strategi perusahaan serta mencapai tujuan sehingga industri di beri kesempatan untuk membangun keunggulan kompetitif. Industri yang bagaimana yang dapat membantu ke strategi perusahaan dan membantu mencapai tujuan perusahaan sehingga perusahaan berjalan secara relevan.

8.    Strategy as a means to develop the core competencies of the organization
Strategi sebagai sarana untuk mengembangkan kompetetitif inti organisasi
Tujuan strategies bergerak fokus utama dari strategi dari tingkat bisnis ke tingkat korporasi.prahalad dan hamel,  mengembangkan serangan lebih frontal dan tajam tentang penggunaan Strategic Bussiness Unit (SBU) sebagai fokus utama dari analisis strategies.mereka menunjukan bahwa ketergantungan yang berlebihan pada perspektif SBU untuk analisis strategis telah menyebabkan otonomi tidak dapat diterima di tingkat SBU.
Komentar saya :
Strategi ke 8 sangat menarik dimana ada perubahaan tujuan strategi dari tingkat bisnis ke tingkat korporasi. Akan tetapi penggunaan strategi busssiness unit menjadi strategi utama dari analisis strategies telah menyebabkan otonomi tidak dapat diterima di tingkat strategi bussiness unit. Kenapa otonmi tidak dapat meningkatkan strategi bussines unit yang dimana otonomi dapat mengatur kebutuhan masyarakat yang diperlukan sesuai bussnies yang perusahaan lakukan.

love si facility





This short story is about two roommates, who need each other. One favors materialistic objects, and wishes he had a raccoon coat, and the other favors looks, and beauty, and wishes he had a certain girl to go steady with. The main character studying at a law school, cant help but think about who his wife will be one day, hoping it will be Polly Espy. Polly Espy is well known by his roommate, and after bribing him with the raccoon coat he asked to take Polly on a date. Polly doesn’t have that much intelligence so he makes it his mission to teach her a few lessons. After going on five dates, and asking her to go steady with him, Polly denies him by using all the knowledge he had taught her. At first he laughed at it, until she mentioned that the reason why they couldn’t go steady was, because she promised his roommate Petey, she would with him.  The story ends by him asking Polly to explain why she should go steady with Petey, and her reply was, “He’s got a raccoon coat.” Since the story did ended on this note. We can’t help but to make our own conclusion.
I believe after this, he was feeling hurt, and betrayed by his roommate. He had made Petey a deal, and that deal was to exchange the raccoon coat , for Polly. In the end Petey ended up winning, because he got both Polly, and the raccoon coat. Although it wasn’t a competition between them, Petey betrayed him, by not following through with their deal. This story teaches us the lesson about materialistic objects, and true friendship. It shows that some people would risk certain things in their life, for an object.
hope you learned something in the story “Love is a Fallacy”. It sure was something that’s worth to read. Fallacies or false ideas are just some of the things you get to learn when loving someone. Love is sometimes a fallacy especially when you just love because you want to. But love is a decision you make. Sometimes it can hurt you; sometimes it can make you happy. Just be sure that when you love there are no other people that you can hurt or step on so that it will be an easy journey. Whether love is a fallacy or not, make sure that you pour love over the people around you.

Senin, 05 November 2012

TUGAS SKB

Tugas Mandiri SKB
Bisnis Budidaya Ikan Lele
Memilih usaha ternyata tidak harus dari sesuatu yang wah. Banyak peluang besar bisa peroleh justru dari sesuatu yang nampak sepele. Semisal beternak ikan lele, ikan berkumis ini memang masih dipandang sebelah mata oleh pebisnis. Padahal, rejeki yang ia janjikan cukup besar. Gerai supermerket besar hingga warung tenda di pinggir jalan butuh pasokan lele dalam jumlah banyak secara rutin.
Mungkin kita tak pernah menggubris warung tenda yang menjajakan menu pecel lele yang berderet di sepenjang jalan. Padahal, kontinuitas kebutuhan lele di warung tenda umumnya lebih pasti bila dibanding dengan kebutuhan lele di supermarket. Warung-warung seperti itu banyak tersebar di setiap kota.
Memulai bisnis lele tidah harus selalu diawali dengan hitungan yang jelimet serta bikin pusing. Anda bisa memualinya dengan sekedar bejalan-jalan santai, nongkrong sambil iseng mencicipi menu ikan lele. Dari kegiatan itu bisa memetakan pasar ikan lele. Jumlah kebutuhan ikan lelepun bisa diperoleh secara pasti.
Hasil survey dan observasi di warung kaki lima “pecel lele” menunjukan bahwa kebutuhan ikan lele setiap malam cukup banyak. Berikut komentar yang disampaikan oleh Ibu Sarah pedagang kaki lima pecel lele: “Ya…. Kira-kira saya bisa habis lele 7 –8 kg setiap malam, setiap kilo harganya Rp 12.000”. Jika dihitung-hitung, saya butuh ikan lele yang tidak sedikit, paling tidak saya harus mendapat pasokan 210 – 240 kg lele segar secara rutin”. Begitulah pengakuan Ibu Sarah pedagang pecel lele di bilangan jalan Gejayan.
Budidaya lele tidak direpotkan dengan masalah air. Daya tahan ikan lele sangat baik “Asal air selalu penuh dan cukup pangan, itu sudah beres,”jelas Bapak Suparman, pengusaha ikan lele di Temon Kulon Progo. Supaya bisa untung, ikan yang dipelihara minimal harus berjumlah 10.000 ekor. Jumlah ikan sebanyak itu butuh paka sebanyak 35 karung. Setok pakan sebanyak itu dipakai dalam satu kali periode usaha. Setiap karung berisi pakan seberat 30 kg. Harga pakan perkarung adalah Rp 160.000.
Masalah pakan bisa diatasi dengan oplosan pakan yang berasal dari jerohan ayam. Harganya Cuma Rp 1500/ kg. sekwintal jerohan bisa digunakan untuk memenuhi kebutuhan pakan lele selama 1 – 1,5 hari. Jika dibandingkan dengan pelet, maka satu kolam butuh 2 karung pelet setiap hari. Pemberian pakan dilakukan 2 kali dalam sehari. Jadi, satu karung pelet digunakan untuk sekali pemberian pakan. Berkat menu tambahan, ukuran ikan bisa semakin besar. “Kalau biasanya ikan sekilo ada 7 ekor, setelah diberi pakan tambahan berat ikan sekilo cuma 6 ekor.
Harga jual ikan lele di tingkat petani saat ini adalah Rp 11.000 / kg. Persentase kematian ikan lele biasanya mencapai 10%. Kondisi seperti itu umumnya terjadi sehabis ikan lele dilepas ke dalam kolam. Terutama ketika cuaca sedang panas. Setiap kolam bisa menghasilkan lele seberat 7 – 8 kwintal.
Kedalaman kolam lele minimal 1 m. Air yang terlalu dangkal menyebabkan ukuran lele menjadi terlalu pendek. Sebab ikan menjadi kurang gerak. Jumlah bibit yang ditaburkan 50.000 ekor dalam setiap kolam. Bibit lele itu masih seukuran rokok. Satu bulan setelah dilepas, kemudian dilakukan disortasi (dipilah-pilah). Ikan yang sudah sebesar batu baterai dipindah kolam yang lain. Tujuannya supaya ukuran ikan seragam. Sebab jika tidak disortir, ikan yang ukurannya lebih kecil akan dimangsa oleh lele yang berbada lebih gede. Biasanya setelah disortir ikan tinggal 12.000 ekor. Atau sekitar 3 kwintal.
Jika memiliki jumlah kolam lebih dari satu, maka periode panen bisa dirancang bergantian. Berkat cara seperti ini, periode panen bisa menjadi lebih cepat dari 50 hari.
Berdasarkan informasi di atas, Jelaskan analisis studi kelayakan bisnis menurut kelompok Anda?

Petunjuk mengerjakan:
1.    Buatlah laporan studi kelayakan bisnis tersebut dengan sistematikan sebagai berikut:
a.    Bagian Awal yaitu Halaman judul (meliputi:  Nama bisnis, logo UAD, daftar nama kelompok, prodi, fakultas, universitas, tahun)
b.    Bagian isi Yaitu:
i.    Latar belakang minimal 3 paragraf
ii.    Tujuan dan manfaat bisnis 3 paragraf,
iii.    Analisis lingkungan  minimal 3 paragraf
iv.    Analisis pasar minimal 3 paragraf
v.    Analsisi produksi minimal 3 paragraf
vi.    Analisis keuangan/benefit
vii.    keputusan dalam evaluasi bisnis 1 paragraf)
c.    Bagian Akhir yaitu Penutup (meliputi: Ringkasan/kesimpulan studi kelayakan bisnis 2 paragraf)
2.    Laporan diketik dengan rapi dengan menggunakan kertas ukuran A4, jarak 1,5 spasi, dan jenis font menggunakan times new roman, size 12.
3.    Hasil pekerjaan dikirim melalui e mail dengan alamat: profjul.noor@gmail.com. Dengan kode nama di subject : SKB. NIM . Nama Mahasiswa
4.    Paling lambat saya terima di e-mail sebelum UTS.
*** Selamat Mengerjakan ***

SIM yahya

manajemen strategi




BAGIAN I
Pengantar manajemen Strategi dan kebijakan bisnis
Konsep dasar manajemen strategi

Bagaimana suatu perusahaan menjadi sukses dan tetap sukses ? harus secara terus menerus memperbahurui diri atau kalau tidak akan tersusul oleh paa pebisnis baru.
1.1    Pemahaman terhadap manajemen Strategi
Manajemen Strategi adalah sekumpulan keputusan dan tindakan manajerial yang menentukan penampilan perusahaan untuk jangka panjang. Di sisi lain,  kebijakan bisnis memiliki orientasi manajeman umum dan cenderung besifat internal untuk menggabungkan berbagai kegiatan fungsional perusahaan.
Fase fase Manajemen Strategi
Konsep dan teknik yang digunakan oleh perusahaan bisnis General Elekric dan Bosston Consulting Group.
Untuk menghadapi dunia yang berubah rubah, perusahaan pada umumnya memiliki 4 fase manajemen strategi, yaitu :
1.    Fase perencanaan keuangan
2.    Fase perencanaan yang didasarkan pada perkiraan
3.    Fase perencanaan yang beriontasi pada faktor eksternal
4.    Manajemen strategi
Keuntungan manajemen Strategi
3   keuntungan dari manajemen strategi yaitu
1.    Muncul visi strategi perusahaan yang lebih jelas
2.    Lebih tajamnya fokus pada apa yang penting menurut strategi
3.    Pemahaman yang semakin meningkat terhadap lingkungan yang berubah – ubah

1.2    Globalisasi dan Perdagangan Secara Elektronik

Tantangan Manajemen Strategi
Perusahaan bisnis sukses dengan memfokuskan pada pembuatan dan penjualan barang barang dan jasa pada lingkup nasional

Pengaruh Globalisasi
Karna semakin banyaknya industri yang menjadi global, manajemen strategi menjadi cara yang semakin penting untung menjaga perkembangan international dan posisi perusahaan supaya bisa tetap bertahan.


Pengaruh perdaganagan seacara elektronik
Mengacu pada internet untuk melakukan transaksi bisnis. Internet mengubah cara konsumen, penyedia dan perusahaan berinteraksi secara internal.

1.3    Teori Adaptasi Organisasional
Globalisasi dan perdagangan secara elekronik memberikan tantangan . Bagaimana suatu perusahaan mampu bertahan dalam menghadapi peubahan teknologi, ekonomo, politik legaldan kecenderungan sosial budaya
1.4    Menciptakan Organisasi Pembelajaran
Manajemen strategi berkembang dalam membantu organisasi berjalan dengan sukses dalam lingkungan yang kompleks dan dinamis.
Organisasi Pembelajaran ditandai dengan 4 kegiatan :
1.    Memecahkan masalah secara sistematis
2.    Mencoba pendekatan – pendekatan baru
3.    Belajar dari pengalaman
4.    Menstransfer pengetahuan dengan cepat

1.5    Model Dasar Manajemen Strategi
Manajemen strategi terdiri dari 4 unsur dasar, yaitu :
1.    Pembahasan Lingkungan
2.    Perumusahan strategi
3.    Penerapan strategi
4.    Evaluasi dan pengawasan
Pemahaman lingkungan meliputi pantauan, penilaian dan penyebaran informasi dari lingkunganbaik internal dan eksternal dari orang penting perusahaan dengan menggunakan analisis SWOT.
Perumusan Strategi adalah Pengembangan rencana jangka panjang untung pengelohan kesempatan dan ancaman dari lingkungan efektif  dengan mempertimbangkan kelebihan dan kelemahan.
Penerapan Strategi adalah proses di mana strategi  dan kebijakan diterapkan dalam tindakan melalui pengembangan program, anggaran dan prosedur
Program adalah perumusaran kegiatan atau langkah yang diperlukan untuk menjalakan rencana
Anggaran adalah perumusan program perusahaan dalam hal keuangan
Prosedur , yang disebut  Prosedur Operasi Standa,  adalah sistem langkah langkah yang menggambarkan secara rinci bagaimana tugas tertentu dikerjakan.
Evaluasi dan pengawasan, adalah proses dimana kegiatan dan performance dipantau sehingga performance yang diinginkan.



1.6    Permulaan Strategi : Kejadian kejadian yang memacu

Kejadian yang memacu  adalah  sesuatu yang berfungsi sebagai stimulus untuk berubah dalam strategi.

1.7    Pembuatan Keputusan Strategi

Ciri yang membedakan dari manajemen strategi adalah terletak pada penekanannya pada pembuatan keputusan strategi.


1.8    Pengaruh Internet dalam Manajemen Strategi

Perdaganganmelalui internet memberikan keuntungan terhadap manajemen strategi perusahaan sebagai berikut :
1.    Memperluas jangkauan pasar
2.    Mengurangi biaya pembuatan
3.    Memungkinkan orang orang mencipkan usaha yang baru
4.    Menigkatkan fleksibel
5.    Memungkinkan pelayanan baik
6.    Memberikan stimulus



























Bagian 2
Pengamatan Terhadap Lingkungan

2.1 Pemahaman Lingkungan
Sebelum sebuah organisasi dapat memulai strategi, organisasi memahami lingkungan eksternalnya untuk mengenali kesempatan dan ancaman dan internal nya untuk kelebihan dan kekurangan.
MENGIDENTIFIKASI  VARIABLE – VARIABLE  LINGKUNGAN  EKTERNAL
Lingkungan masyarakat meliputi kekuatan umum yang secara tidak langsung berhubungan dengan kegiatan perusahaan jangka pendek, tetapi dapat mempengaruhi keputusan jangka panjang,seperti :
1.     Kekuatan ekonomi yang berhubungan dengan pertukaran materi, uang, energi dan informasi
2.     Kekuatan teknologi yang menciptakan penemuan pemecahan masalah
3.    Kekuatan politik legak yang memberikan kekuatan hukum
4.    Kekuatan sosial budaya yang berhubungan nilai, moral dan adat istiadat
     Tujuh sosial budaya di Amerika Serikat yang membantu mendefinisikan apa dan seperti apa dunia ini adalah :
1.    Peningkatan kesadaran lingkungan
2.    Pertumbuhan pasar senior
3.    Pengaruh generasi
4.    Perubahan pasar masyarakat
5.    Perubahan langkah kehidupan
6.    Perubahan penggunaan alat rumah tangga
7.    Peningkatan keberagaman tenaga kerja
Pertimbangan masyarakat international
Suatu perusahaan harus memahami lingkungan suatu negara dalam hal kesempatan, ancaman, dan membandingkannya dengan kekuatan yang dimiliki organisasi.
MENGIDENTIFIKASI  FAKTOR -  FAKTOR STRATEGI EKSTERNAL
Mengapa sering kali perusahaan merespon secara berbeda terhadap lingkungan yang sama ? dikarenakan berbedanya kemampuan para manajernya untuk mengenali dan memahami faktor dan permasalahan strategi eksternalnya.
Suatu cara untuk mengidentifikasi dan menganalisa perkembangan lingkungan eksternal adalah dengan menggunakan matriks prioritas sebagai  berikut :
1.    Mengidentifikasi sejumlah kecenderungan yang mungkin muncul dilingkungan masyarakat
2.    Menilai kemungkinan kecenderungan ini dari yang terendah menuju ke yang tinggi
3.    Mencoba untuk memastikan pengaruh dari masing kecenderungan pada perusahaan yang sedang dimulai.



2.2  Analisis Industri : Menganalisa Lingkungan Tugas
Suatu industri adalah suatu kelompok firmma yang menghasilkan produk atau jasa yang sama, seperti minuman ringanatau jasa finansial
PENDEKATAN GAYA PORTER DALAM  ANALIS  INDUSTRI
1.    Ancaman dari para pedangang baru,
2.    Saingan diantara perusahaan yang ada,
3.    Ancaman dari produk – produk dan jasa yang sama,
4.    Daya tawar pembeli,
5.    Daya tawar penyedia,dan
6.     Kekuatan pihak yang berkepentingan lainnya
PENGKATEGORIAN INDUSTRI INTERNATIONAL
Industri Multidimensi  mempunyai lingkup khusus dalam lingkup negara. Seperti retailleng dan asuransi
Industri global, sebaliknya bersekala international dengan sedikti penyesuaian terhadap keadan tertendu suatu negara.
Faktor yang dapat menentukan apakah suatu industri itu termasuk kedalam multidomestik atau industri global adalah :
1.    Tekanan untuk kerjasma dalam perusahaan multidomestik yang ada diindustri itu
2.    Tekanan untuk tanggung jawab lokal sebagai bagian dari pasar negara secara individual.
TIPE – TIPE STRATEGI
Adalah kategori suatu perusahaan yang didasarkan pada orientasi strategi umum dan gabungan dari struktur, budaya, dan proses yang konsisten dengan strategi yang tadi.
Tipe strategi di golongkan menjadi 4 kategori, yaitu
1.    Bertahan,perusahaan memfokuskan pada peningkatan efesiensi dari operational yang sudah ada
2.    Penyelidik, yaitu peusahan  yang memfokuskan pada inovasi produk dari kesempatan pasar
3.    Penganalisa, yaitu perushaan yang minimal bergerak pada dua produk yang berbeda
4.    Peraksi, yaitu Perusahaan yang kekurangan strategi – hubungan struktur budaya

2.3    Kecerdasaan Yang Kompetitif
2.4    Perkiraan
2.5    Sintesa Faktor – faktor Eksternal
2.6    Pengaruh internet dalam  Pengamatan Lingkungan dan Analisis Industri
Internet telah mengubah cara para ahli strategi melaksanakan program pemahaman terhadap lingkungan. Informasi ini harus dievaluasi dalam 2 hal. :
1.    Sumber informasi  harus dimulai tingkat reliabelitasnya
2.    Informasi atau data harus dinilai dari segi kebenarannya
Pengamatan Internet : Analisis Organisasi

1.    Pendekatan Terhadap Analisi  Organisasi yang Didasarkan Pada Sumber
Memahami lingkungan eksternal dan ancaman tidaklah cukup untuk memberikan keuntungan yang kompetitif . Sumber adalah sebuah aset, kemampuan, proses, keahlian, atau pengetahuan.

2.    Analisis Rangkaian Nilai
Cara yang baik untuk memulai analisis organisasi adalah dengan menyakinkan dimana produk perusahan nilai secara keseluruhan. Rangkaian nilai adalah sekumpulan kegiatan yang bisa menciptakan nilai yang saling berhubungan.

3.    Sumber – sumber Fungsional pengamatan
Cara yang paling sederhana untuk memulai analisa terhadap rangkaian nilai perusahaan adalah dengan cara mengaji secara cermat fungsional

4.    Audit strategi : Sebuah Tanda Bagi Analisis Organisasi
Satu cara untuk menjalankan analisis organisasional untuk mempertegas  kekuatan dan kelemahan perusahaan.

5.    Sentesis Faktor – Faktor  internal
Setelah para ahli strategi mengamati lingkungan organisasi internal dan faktor – faktor yang dikenali dari perusahaan tertentu, mereka merangkum analisisnya dalam bentuk format.

6.    Pengaruh Internet Dalam Pengamatan Internal dan Analisis Organisasi
Manajemen rangkaian persediaan adalah pembentukan jaringan penyedia bahan mentah, pembuatan produk dan jasa, penyimpanan dan pendistribusian barang barang dan pengiriman kepada para pelanggan dan konsumen.
Tim yang sebenarnya adalah sekelompok pekerja yang serupa yang menggunakan teknologi dan informasi dalam penyelesaian tugas organisasi.
Pemanfaatan tim ini yang menggantikan kelompok kerja gaya lama  dipacu oleh 5 hal, yaitu :
1.    Mengutamakan struktur organisasi dengan kerja sama antar fungsi yang meningkat
2.    Lingkungan yang bergejolak yang memerlukan kerjasama yang lebih antar organisasi
3.    Meningkatkan otonomi pegawai dan partisipan dalam membuat keputusan
4.    Kebutuhan pengetahuan yang lebih tinggi yang berasaldari penakan pada pelayanan yang lebih baik
5.    Globalisasi perdaganagn dan kegiatan perusahaan yang meningkat.






BAGIAN III
PERUMUSAN STRATEGI

Perumusan Strategi : Analisi Situasi dan Strategi Bisnis
1.    Analisis Situasi : SWOT ( Strengths, Weaknesses, Opportunities, and Threats )
Perumusan strategi sering dikaitkat dengan rencana strategi jangka panjang dan berkenan dengan pengembangan misi, tujuan, strategi dan kebijakan.
Analisi SWOT, sendiri, Bukanlah hal yang tiada tanding. Beberapa kritikan terhadap SWOT analisi adalah :
1.    Menimbulkan daftar yang panjang
2.    Tidak menggunakan patokan untuk mencerminkan prioritas
3.    Menggunakan katakata dan frase yang membingungkan
4.    Faktor yang sama
5.    Tidak ada keharusahan untuk verifikasi pendapat dengan data
6.    Hanya membutuhkan tingkat analisa tunggal
7.    Tidak ada kaitan yang logis dengan penerapan strategis

2.    Reviewe Misi dan Tujuan
Penelehaan kembali terhadap misi dan tujuan suatu organisasi harus dibuat sebelum strategi pilihan dikembangkan dan dievaluasi. Kecenderungan ini sangat menarik karena adalah lebih jauh mudah untuk menangani kejadian kejadian yang muncul saat  ini daripada untuk memikirkan tentang apa yang ingin kita peroleh di masa mendatang

3.    Mengembangkan Strategi Pilihan dengan Menggunakan Matriks TOWS
TOWS adalah sebutan lain dari SWOT, mengilustrasikan bagaimana kesempatan kesempatan dan ancaman ancaman eksternal yang di hadapi perusahaan tertentu dapat di hubungkan dengan kekuatan dan kelemahan internal peusahaan untuk menghasilkan 4 pilihan strategi yang mengkin.

4.    Strategi Bisnis
Strategi Bisnis  Memfokuskan pada peningkatan posisi tang kompetitif dari produk – produk atau  jasa perusahaan dalam industri atau segmen pasar tertentu yang disebabkan perusahaan tersebut.

5.    Pengarruh Internet dalam Strategi Bisnis
Pengaruh pertama dari internet adalah dalam bidang pemasaran. “ Bisnis untuk pelanggan “ mengambarkan banyaknya dot.com yang mulai menjual barang secara langsung kepada konsumen melalui Web situs mereka. Jika tidak ingin tersaingi oleh para pendatang baru, Perusahaan yang telah ada menjadi anggota aktif internet.





Perumusan Strategi : Strategi Perusahaan

1.    Strategi  Perusahaan
Strategi perusahaan berkenan dengan 3 permasalahan utama, yaitu
1.    Orientasi perusahaan secara menyeluruh terhadap Pertumbuhan, stabilitas, atau penghematan
2.    Industri di mana perusahaan bersaing melalui produknya
3.    Cara di mana manajemen mengelola kegiatan – kegiatan.

2.    Analisis Portofolio
Perusahaan dengan jaringan produk beragam harus mempertanyakan bagaimana produk yang beragam ini harus di kelola untuk meningkatkan penampilan perusahaan.

KEUNTUNGAN DAN KERUGIAN AALISIS PORTOFOLIO
Analisis portofolio biasanya di gunakan perumusan strategi karena memiliki beberapa keuntungan, yaitu :
1.    Mendorong top manajemen untuk mengevaluasi masing masing bisnis perusahaaan secara individu dan untuk  menyusun tujuan dan mengaloksikan sumber untuk masing – masing
2.    Merangsang penggunaan data eksternal dalam penilaian manajemen tambahan
3.    Mengangkat permasalahan ketersedian aliran dana bagi penggunaan perluasan dan pertumbuhan
4.    Gambaran grafiknya mempermudah komunikasi
Akan tetapi, portofolio juga memiliki keterbatasan yang menyebabkan perusahaan mengurangi penggunaan pendekatan ini, yaitu :
1.    Tidak mudah untuk mendefinisikan segmen produk
2.    Menyarankan penggunaan strategi standar yang dapat menghilangkan kesempatan
3.    Bersifat kaku
4.    Istilah yang bermuatan nilai mengerahkan pada peramalan
5.    Tidaklah selalu jelas apa yang membuat suatu industri itu menarik
6.    Mengikuti apa yang disarankan oleh portofolio sebenarnya.

3.    Pengaruh Internet dalam Strategi Perusahaan
Satu pengaruh dari pertumbuhan internet bahwa peushaan memikirkan kembali bisnis apa yang seharusnya mereka tekuni.






PERUMUSAN STRATEGI
STRATEGI FUNGSIONAL DAN PILIHAN STRATEGI

1.    Strategi Fungsional
Adalah suatu pendekatan yang berkenan dengan bidang fungsional untuk mencapai tujuan dan strategi perusahaan dan unit bisnis dengan cara memaksimalkan produktivitas sumber.
KOMPETENSI UTAMA
Adalah sesuatu yang dapat dilakukan oleh perusahaan melibihi hal lainnya. Untuk mempertimbangkan sebagai kompetensi khusus, kompetensi harus memenuhi 3 test, yaitu :
1.    Nilai pelanggan
2.    Keunikan pesaaing
3.    Daya Kemampuan untuk Berkembang
STRATEGI PEMASARAN
Strategi pemasaran berkaitan dengan harga, penjualan, dan pendistribusian produk. Dengan menggunakan strategi pasar, suatu perusahaan atau unit bisnis dapat : 1. Meraih pasaran yang lebih luas bagi produk – produk baru melalui kejenuhan pasar dan penembusan pasar 2. Mengembangkan pasar baru bagi produk baru.
STRATEGI KEUANGAN
Strategikeuangan menelah dampak keuangan perusahan dan mengenali tindakan terbaik yang berkenan dengan keuangan.
STRATEGI PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN
Strategi ini berkenan dengan inovasi dan peningkatan proses dan produk ini juga berkaitan dengan pencampuran yang tepat dari jenis strategi penelitian dan pengembangan yang berbeda dengan pertanyaan bagaimana teknologi baru harus diakses.
STRATEGI OPERASI
Strategi operasi di tentukan bagaiman dan dimana suatu produk dan jasa harus diproduksi, integrasi vertikal dalam proses produksi, penyebaran sumber sumber fisik.
STRATEGI BELANJA
Strategi belanja berhubungan dengan pemerolehan bahan bahan mentah, bagian bagian dan persedian yang diperlukan untuk menjalankan fungsi operasi perusahaan. Dengan  multiple sourching,  perusahaan memesan sebagian sebagian dari beberapa pedangang. Sole sourching mengurangi biaya transaksi dan meningkatkan kualitas kerjasama antara supllier dan konsumen.


STRATEGI LOGISTIK
Strategi logistik berkenan dengan aliran produk menuju dan keluar dari proses pembuatan. Untuk memperoleh sinergi logistik dalam unit bisnis, perusahaan memulai memusatkan logistik di kelompok utama.
STRATEGI  PENGELOLAAN SUMBER  DAYA MANUSIA (PSDM)
Strategi PSDM membahas permaslahan – permasalahan tentang apakah suatu perusahan harus memperkirakan banyak pekerja dengan kemampuan rendah mengerjakan pekerjaan.
STRATEGI SISTEM INFORMASI
Perusahaan – perusahaan semakin banyak mengadopsi strategi sistem informasi dalam hal bahwa mereka menggunakan sistem informasi untuk memberikan keuntungan yang kompetitif terhadap perusahaan

2.    STRATEGI – STRATEGI YANG HARUS DI HINDARI
a.    Mengikuti pemimpin : meniru strategi pesaing
b.    Menyinggirkan pesaing utama : Jika perusahaan sukses karena mempelopri produk tertentu, perusahan akan cenderung mencari produk super lainnya.
c.    Berlomba :  Memasukan persaingan dengan perusahaan lain
d.    Melakukan apa saja
e.    Kehilangan pengangan

3.    Pilihan strategi : Pemelihan Strategi yang Terbaik
Kemampuan strategi yang diusulkan untuk menangani faktor – faktor strategi spesifik yang dikembangkan dalam analisis SWOT.
4.    Pengembangan Kebijakan
Pemilihan alternatif strategi yang terbaik bukanlah akhir dari perumusan strategi. Berawal dari strategi yang terpilih, kebijakan memberikan pedoman bagi pembuatan keputusan dan tindakan dalam organisasi

5.    Pengaruh Internet dalam Strategi  Fungsional
Setiap saat orang melihat lihat dari produk internet.






BAGIAN 4
PENERAPAN DAN PENGAWASAN STRATEGI
Penerapan Strategi : Pengorganisasian Tindakan

1.    Penerapan Strategi
Penerapan Strategi adalah jumlah kegiatan dan pilihan secara keseluruhan yang dibutuhkan untuk menjalankan rencana strategi ini adalah proses di mana strategi dan kebijakan dimasukkan dalam tindakan melalui pengembangan program, anggaran, dan prosedur.

2.    Siapa yang Menerapkan Strategi?
Tergantung pada bagaimana perusahaan dikelola, yang     menerapkan stategi mungkin akan merupakan kumpulan orang - orang  yang lebih beragam dibanding dengan mereka yang merumuskannya.

3.    Apa yang Harus Dilakukan ?
Para manajer divisi dan bidang-bidang fungsional bekerja dengan     para     manajer lainnya untuk mengembangkan program, anggaran, dan     prosedur bagi     penerapan strategi.

4.    Bagaimana Strategi Diterapkan ?
Sebelum perencanaan dapat dituangkan dalam tindakan nyata, perusahaan harus dikelola secara tepat, program harus disusun dengan baik, dan kegiatan harus ditunjukan untuk mencapai tujuan yang diharapkan.

5.    Permasalahan Internasional dalam Penerapan Strategi
Perusahan internasional dalah perusahan yang bergerak dalam berbagai kegiatan, dari eksport/import sampai ke pembuatan, di negara asing

6.    Pengaruh Internet dalam Struktur dan pola Organisasi
Organisasi hyperlink adalah tipe baru organisasi yang sedang berkembang, yang menyediakan akses yang mudah para semua pegawainya orang-orang di luar organisasi.

PENERAPAN STRATEGI: STAFFING DAN DIRECTING

Kunci yang implementasi lainnya dalah leading yaitu melalui pengkhususan tujuan performance yang jelas dan mengembangkan budaya perusahan yang berorientasi.



1.    Staffing
    Penerapan strategi dan kebijakan baru sering menimbulkan prioritas manajemen baru tentang sumber daya manusia dan penggunaan personil yang berbeda.

2.    Leading
    Penerapan juga berkenan dengan memimpin orang-orang untuk menggunakan kecakapan dan keahliannya secara efektif dan efesien untuk mencapai tujuan-tujuan organisasi.

3.    Pengaruh Internet dalam Staffing dan Leading dalam Perusahaan
    Internet adalah jaringan internet dalam perusahaan untuk digunakan oleh para karyawan perusahaan tersebut

Penerapan Internet statis
    Tujuan utama dari penggunaan intranet statis adalah untuk memberikan informasi pada saat dan jiaka orang-orang membutuhkanya.

Penerapan Intranet Dinamis
    Secara efektif untuk memperoses dan bertukar informasi dengan menghubungkan para pekerja dengan database peusahaan dan system transaksi

EVALUASI DAN PENGAWASAN
    Proses membandingkan performance dengan hasil yang diharapkan dan memberikan umpan balik yang perlu bagi manajemen untuk menevakuasi hasil dan tindakan korektif yang dibutuhkan.
5 model langkah umpan balik, yaitu :
1.    Menentukan apa yang diukur
2.    Membuat standar performance
3.    Mengukur performance
4.    Membandingkan performance saat ini dengan standard
5.    Mengambil tindakan yang korektif

1.    Evaluasi dan Pengawasan dalam manajemen Strategi
    Evaluasi dan informasi pengawasaan terdiri dair data performance dan laporan kegiatan

2.    Mengukur Performance
Performance adalah hasil akhir dan kegiatan penilaian yang mana yang dipilih untuk menilai Performance pada unit organisasi yang akan dinilai dan tujuan yang ingin dicapai.



PENILAIAN UTAMA TERHADAP PERFORMANCE PERUSAHAAN
Merekomendasikan metode yang beragam untuk mengevaluasi kesuksesan atau kegagalann dari strategi. Metode ini adalah penilaian stakeholder


Penilaian Stakeholder
     Stakeholder mempunyai keritaria sendiri-sendiri untuk menentukan seberapa baik suatu perusahaan berjalan.

Nilai Pemegang Salam
    Nilai Pemegang Salam dapat didefinisikan sebagai nilai saat ini dari aliran yang akan datang pada bisnis tertentu ditambahkan nilai perusahaan jika dilikuidasi.

3.    Sistim Informasi Strategi
    Dampak terhadap manajemen strategi mengkomunikasikan kepada orang-orang yang bertanggung jawab dalam merumuskan dan mengimplementasikas rencana strategi.

Permasalahan-permasalahan dalam Menilai Performance
    Standar performance dan ketidak mampuan sistim informasi yang valid dan tepat waktu adalah permasalahan yang timbul pada pengawasan.
Pedoman untuk Pengawasan yang Sempurna
    Berikut ini adalah pedoman yang disarankan :
1.    Pengawasan seharusnya melibatkan hanya informasi yang dibutuhkan saja untuk memberikan gambaran yang dapat dipercaya dari suatu peristiwa
2.    Pengawasan harus memonitor hanya kegiatan dan hasil yang bermakna, tanpa memperhatikan kesulitan penilaian.
3.    Pengawasan haru tepat waktu sehingga tindakan korektif bisa dilaksanan sebelum terlambat
4.    Pengawasan jangka pendek dan janngka panjang
5.    Pengawasan harus ditunjukan kekecualikan dengan tepat
6.    Menekan pada penghargan terhadap pemenuhan standard dari pada terhadap kegagalan penmenuhan standard

4.    Manajemen Insentif Strategi
    Untuk menjamin persaman kebutuhan perusahaan secara keseluruhan dengan kebutuhan pegawai secara individu, manajemen dan dewan direksi harus mengembangkan suatu program insentif.




5.    Menggunakan Audit Strategi untuk Mengevaluasi penampilan perusahaan
Inti dari kegiatan audit adalah:
1.    Mengevaluasi hasil performance saat ini
2.    Mereview pengelola perusahaan
3.    Memahami dan menilai lingkungan eksternal
4.    Memahami dan menilai lingkungan internal
5.    Menganalisa faktor strategi menggunakan analisi SWOT
6.    Mengevaluasi pilihan-pilihan strategi
7.    Menerapkan strategi
8.    Mengevaluasi dan pengawasan

6.    Pengaruh Internet dalam Evaluasi dan Pengawasan
    Privasi merupakan bagi perusahaan yang ingin menjaga informasi-informasi rahasia dan pengunjung internet yang tidak diinginkan. Internet bukan alat yang aman untuk mengkomunikasi informasi yang penting dan rahasia.

 

















BAGIAN 5
PERMASALAHAN STRATEGI DALAM MENGELOLA
TEKNOLOGI DAN INOVASI

1.    Peranan Manajemen
Karena persaingan yang meningkat dan perputaran perkembangan produk yang begitu cepat, inovasi  dan manajemen teknologi menjadi penting terhadap kesuksean perusahaan.
Pentingnya teknologi dan inovasi harus ditekankan oleh orang – orang yang berada di top manajemen dan diperkuat oleh orang – orang di seluruh perusahaan.Manajemen mempunyai kewajiban tidak hanya untuk mendorong pengembangan produk baru, tetapi juga mengembangkan suatu sistem utuk menjamin bahwa teknologi digunakan dengan cara yang paling efektif dengan mempertimbangkan kebutuhan konsumen.

2.    Pengamatan Lingkungan
PENGAMATAN EKSTERNAL
Perusahaan perlu secara berkesinambungan mengamati lingkungan eksternalnya dan lingkungan  pada produk utama mereka.
Perkembangan Teknologi
Memfokuskan usaha pengamatan terlalu dekat pada industri milik sendiri adalah berbahaya. Satu cara untuk mempelajari perkembangan teknologi baru dalam suatu adalah dengan mengatahui posisi suatu perusahan yang dapat mempengaruhi perkembangan produk.
Pengaruh Stakeholder  dalam inovasi
Perusahan harus memperhatikan  Stakeholder, terutama konsumennya, supplier, dan distributor,untuk kepentingan sumber – sumber produksi dan peningkatan pelayanan.
3.    Perumusan Strategi
Penelitian dan strategi pengembangan berhubungan tidak hanya dengan keputusan menjadi pemimpin atau pengikut dalam hal teknologi dan pasar .

Produk Versus Penelitian dan Pengembangan Proses
Untuk bersaing, perusahaan harus menentukan gabungan yang sempurna antara produk dan penelitian dan pengembangan proses.

4.    Implementasi Strategi
Sistem dan budaya perusahaan adalah cocok bagi strategi tersebut. Hanya diyakinkan pula bahwa jalanya pengembangan dan penelitian di kelola  dengan tepat.
Organisasi yang inovatif cenderung memiliki ciri – ciri sebagai berikut :
1.    Sikap positif terhadap perusahaan
2.    Desentralisasi pembuatan keputusan
3.    Kompleksitas
4.    Struktur informal
5.    Keterkaitan
6.    Sumber – sumber yang tidak terpakai

5.    Evaluasi dan Pengawasan
Perusahaan ingin mencapai produktivitas pada loncatan yang lebih cepat dari kegiatan – kegiatan perkembangan dan penelitian. 3 Penelitian keberhasilan Penelitian dan Pengembangan : 1. Meningkatkan transfer teknologi dari penelitian dan pengmbangan ke unit bisnis. 2. Mempercepat waktu untuk memasarkan produk dan proses baru. 3. Melembagakan partisipasi antar fungsi dari penelitian dan pengembangan.
6.     Pengaruh Internet dalam Pengeloalan Teknologi dan Inovasi
Jumlah perusahan yang menggunakan internet untuk mendorong dan mengelola invovasi semakin meningkat. Internet penting bagi penelitian dan perkembangan didunia.


PERMASALAHAN – PERMASALAHAN STRATEGI
DALAM KEWIRAUSAHAAN DAN BISNIS KECIL

1.    Pengtingnya Bisnis Kecil dan Wirausaha
Manajemen strategi sebaagai bidang penelitian biasanya berhubungan dengan perusahaan yang telah maju.Akan tetapi, bisnis bersekala kecil tidak boleh diabaikan karen 70 % dari pekerjaan ini diciptakan oleh perusahaan – perusahaan wirausaha yang berkembang sangat cepat.

2.    Kegunaan Rencana  Strategi dan Manajemen Strategi
Penelitian menunjukan bahwa rencana strategi sangat berkaitan  dengan penampilan keuangan pada bisnis berskala kecil. Alasannya karena :
1.    Tidak cukup waktu
2.    Tidak mengenal rencana strategi
3.    Kurangnya penelitian
4.    Kurangnya kepercayaan dan keterbukaan
PENTINGNYA PROSES PEMBUATAN KEPUTUSAN STRATEGI
Proses pembuatan keputusan strategi bagi wirausaha dikelompokan menjadi 8 langkah yang saling berkaitan :
1.    Mengembangkan gagasan bisnis dasar
2.    Mengamati dan memperkirakan lingkungan eksternal
3.    Mengamati dan memperkirakan faktor – faktor internal yang relevan dengan bisnis
4.    Menganalisa faktor –faktor strategi SWOT
5.    Memutuskan untuk berlanjut atau tidak
6.    Membuat perencanaan bisnis
7.    Menerapkan perencanaan bisnis
8.    Mengevaluasi perencanan bisnis

3.    Permasalahan Pada Pengelolan Perusahaan
Pengelolan perusahan jauh lebih sederhana pada bisnis wirausaha dari perusahan besar. Jika tidak berbadan hukum maka tidak perlu  ada direktur.  Kalau berbadan hukum maka perusahaan boleh menjual sahamnya kepada orang lain untuk membiayai perusahaan.

4.    Permasalahan dalam Pengamatan Lingkungan dan Perumusan Strategi
Pengamatan lingkungan pada bisnis kecil tidak terlalu rumit dibandingan perusahan besar. Menurut Hober dan Sandberg ada 3 faktor yang  berpengaruh banyak terhadap performance bisnis wirausaha, yaitu : (1). Struktur industri yang dimasuki, (2). Strategi bisnis wirausaha, dan (3). Karateristik perilaku pewirausaha.

5.    Permasalahan – permasalahan pada Penerapan Strategi
Dua permasalahan pada perusahan kecil adalah pengelolan dan staffing perusahan dan pengalihan generasi  dari  pemilik perusahaan kepada generasi berikutnya.

6.    Permasalahan pada Evaluasi dan Pengawasan
Karena banyaknya keterlibatan pribadi dalam pengambilan keputusan, pengusaha yang mengelola bisnis kecil tidak membutuhkan sistem pelaporan yang rinci dan formal.


PERMASALAHAN – PERMASALAHAN STRATEGI
PADA ORGANISASI YANG TIDAK BERORIENTASI PADA KEUNTUNGAN

Akhir – akhir ini, jumlah organisasi yang berbadan hukum, telah berkembang pada saat dana bagi kemanusian dikurangi secara drastis.

1.    Kenapa tidak Beriontasikan pada keuntungan
Sektor non – profit dalam ekonomi adalah penting untuk beberapa alasan. Pertama, masyarakat menginginkan barang – barang dan jasa – jasa tertentu yang oleh perusahan umum tidak bisa disediakan. Kedua, menga sektor non profit itu penting.
2.    Pentingnya sumber pajak

Ciri yang paling membedakan antara organisasi nonprofit dengan organisasi lainnya adalah sumber pajaknya. Perusahan  Profit- making, menggantungkan pajaknya dari hasil penjualan kepada pelanggan.

3.    Pengaruh Batasan – batasan Terhadap Manajemen Strategi

Newman dan wallender menemukan 5 pembatas dalam manajemen strategi :
1.    Jasanya seringkali tidak dapat diraba dan susah diukur
2.    Pengaruh konsumen lemah
3.    Kuatnya komitmen pegawai terhadap profesi
4.    Konstributor utama bisa mencampuri manajemen internal organisasi
5.    Pembatasan terhadap penggunaan hadiah dan hukuman

DAMPAK TERHADAP PENERAPAN STRATEGI
Tiga permasalahan dalam penerapan strategi adalah :
1.    Desentralisasi adalah rumit
2.    Penggabungan antara faktor eksternal dan internal menjadi penting
3.    Perluasan pekerjaan dan pengembangan eksekutif terbatasi oleh profesionalisme.
DAMPAK TERHADAP EVALUASI DAN PENGAWASAN
Dua permasalahan yang timbul yaitu :
1.    Hadiah dan hukuman berpengaruh sangat sedikit atau tidak berhubungan
2.    Input lebih diawasi dari pada Output.
4.  Strategi Organisasi Nonprofit yang Populer
    Karena berbagai tekanan pada organisasi nonprofit untuk menyediakan jasa yang lebih dari yang bisa dibayarkan sponsor dan pengguna, organisasi ini mengembangkan strategi untuk membantu mereka mencapai tujuan pelayanan yang diharapkan.Strategi – strategi itu adalah : dukung – mendukung, merger, dan penggabungan strategi.
    STRATEGI DUKUNG – MENDUKUNG
    Istilah ini mengacu pada pengembangan kegiatan baru dari organisasi nonprofit yang mengembangkan dana yang dibutuhkan untuk membedakan pajak dan pengeluaran
    MERGER
    Semakin berkurangnya sumber membuat organisasi nonprofit mempertimbangkan merger sebagai cara untuk mengurangi biaya
STRATEGI GABUNGAN
Strategi ini meliputi pengembangan kerjasama dengan organisasi lain. Strategi ini sering dipakai oleh organisasi nonprofit sebagai cara untuk menggali kemampuannya untuk melayani pengguna
5. Pengaruh Internet dalam Organisasi Nonprofit
    Internet baru mulai memberikan dampak terhadap organisasi nonprofit. Sejauh ini dampak terbesarnya adalah bagi kegiatan – kegiatan pemerintahan khususnya dalam hal perpajakan dan biaya jasa.
   
       
       

incoterm

incoterms are international rules that are accepted by governments, legal authorities and practitioners worldwide for the interpretation of the most commonly used terms in international trade. They either reduce or remove altogether uncertainties arising from differing interpretations of such terms in different countries.
To provide a set of international rules for the interpretation of the most commonly used trade terms in foreign trade. There are 11 main terms and several secondary terms. These denotes the points at which the shipper, carrier and consignees risk and responsibility start and end.
Thus, the uncertainties of different interpretations of such terms in different countries can be avoided or at least reduced to a considerable degree.
RULES FOR ANY MODE OR MODES OF TRANSPORT 
•    EXW – Ex Works
•    FCA – Free Carrier
•    CPT – Carriage Paid To
•    CIP – Carriage And Insurance Paid To
•    DAT – Delivered At Terminal
•    DAP – Delivered At Place
•    DDP – Delivered Duty Paid
RULES FOR SEA AND INLAND WATERWAY TRANSPORT
•    FAS – Free Alongside Ship
•    FOB – Free On Board
•    CFR – Cost And Freight
•    CIF – Cost, Insurance and Freight

 















 
Incoterms
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
 Belum Diperiksa
Langsung ke: navigasi, cari
Incoterms atau International Commercial Terms adalah kumpulan istilah yang dibuat untuk menyamakan pengertian antara penjual dan pembeli dalam perdagangan internasional. Incoterms menjelaskan hak dan kewajiban pembeli dan penjual yang berhubungan dengan pengiriman barang. Hal-hal yang dijelaskan meliputi proses pengiriman barang, penanggung jawab proses ekspor-impor, penanggung biaya yang timbul dan penanggung risiko bila terjadi perubahan kondisi barang yang terjadi akibat proses pengiriman.
Incoterms dikeluarkan oleh Kamar Dagang Internasional atau International Chamber of Commerce (ICC), versi terakhir yang dikeluarkan pada tanggal 1 Januari 2011 disebut sebagai Incoterms 2010. Incoterms 2010 dikeluarkan dalam bahasa Inggris sebagai bahasa resmi dan 31 bahasa lain sebagai terjemahan resmi. Dalam Incoterms 2010 hanya ada 11 istilah yang disederhanakan dari 13 istilah Incoterms 2000, yaitu dengan menambahkan 2 istilah baru dan menggantikan 4 istilah lama. Istilah baru dalam Incoterms 2010 yaitu Delivered at Terminal (DAT); dan Delivered at Place (DAP). Sedangkan 4 istilah lama yang digantikan yaitu: Delivered at Frontier (DAF); Delivered Ex Ship (DES); Delivered Ex Quay (DEQ); Delivered Duty Unpaid (DDU).
Pada Incoterms 2010, istilah dibagi dalam 2 kategori berdasar metode pengiriman, yaitu 7 istilah yang berlaku secara umum, dan 4 istilah yang berlaku khusus untuk pengiriman melalui transportasi air.
Tiga belas istilah dalam Incoterms 2000:
1.    EXW (nama tempat): Ex Works, pihak penjual menentukan tempat pengambilan barang.
2.    FCA (nama tempat): Free Carrier, pihak penjual hanya bertanggung jawab untuk mengurus izin ekspor dan meyerahkan barang ke pihak pengangkut di tempat yang telah ditentukan.
3.    FAS (nama pelabuhan keberangkatan): Free Alongside Ship, pihak penjual bertanggung jawab sampai barang berada di pelabuhan keberangkatan dan siap disamping kapal untuk dimuat. Hanya berlaku untuk transportasi air.
4.    FOB (nama pelabuhan keberangkatan): Free On Board, pihak penjual bertanggung jawab dari mengurus izin ekspor sampai memuat barang di kapal yang siap berangkat. Hanya berlaku untuk transportasi air.
5.    CFR (nama pelabuhan tujuan): Cost and Freight, pihak penjual menanggung biaya sampai kapal yang memuat barang merapat di pelabuhan tujuan, namun tanggung jawab hanya sampai saat kapal berangkat dari pelabuhan keberangkatan. Hanya berlaku untuk transportasi air.
6.    CIF (nama pelabuhan tujuan): Cost, Insurance and Freight, sama seperti CFR ditambah pihak penjual wajib membayar asuransi untuk barang yang dikirim. Hanya berlaku untuk transportasi air.
7.    CPT (nama tempat tujuan): Carriage Paid To, pihak penjual menanggung biaya sampai barang tiba di tempat tujuan, namun tanggung jawab hanya sampai saat barang diserahkan ke pihak pengangkut.
8.    CIP (nama tempat tujuan): Carriage and Insurance Paid to, sama seperti CPT ditambah pihak penjual wajib membayar asuransi untuk barang yang dikirim.
9.    DAF (nama tempat): Delivered At Frontier, pihak penjual mengurus izin ekspor dan bertanggung jawab sampai barang tiba di perbatasan negara tujuan. Bea cukai dan izin impor menjadi tanggung jawab pihak pembeli.
10.    DES (nama pelabuhan tujuan): Delivered Ex Ship, pihak penjual bertanggung jawab sampai kapal yang membawa barang merapat di pelabuhan tujuan dan siap untuk dibongkar. izin impor menjadi tanggung jawab pihak pembeli. Hanya berlaku untuk transportasi air.
11.    DEQ (nama pelabuhan tujuan): Delivered Ex Quay, pihak penjual bertanggung jawab sampai kapal yang membawa barang merapat di pelabuhan tujuan dan barang telah dibongkar dan disimpan di dermaga. Izin impor menjadi tanggung jawab pihak pembeli. Hanya berlaku untuk transportasi air.
12.    DDU (nama tempat tujuan): Delivered Duty Unpaid, pihak penjual bertanggung jawab mengantar barang sampai di tempat tujuan, namun tidak termasuk biaya asuransi dan biaya lain yang mungkin muncul sebagai biaya impor, cukai dan pajak dari negara pihak pembeli. Izin impor menjadi tanggung jawab pihak pembeli.
13.    DDP (nama tempat tujuan): Delivered Duty Paid, pihak penjual bertanggung jawab mengantar barang sampai di tempat tujuan, termasuk biaya asuransi dan semua biaya lain yang mungkin muncul sebagai biaya impor, cukai dan pajak dari negara pihak pembeli. Izin impor juga menjadi tanggung jawab pihak penjual.
Contoh penggunaan Incoterms 2000:
•    FCA Jakarta Incoterms 2000
•    FOB Liverpool Incoterms 2000
•    DDU Frankfurt Schmidt GmbH Warehouse 4 Incoterms 2000







Hal ini disepakati antara pihak yang disebutkan dalam Kotak 3 sebagai Pemilik
dari Kapal yang disebutkan dalam Kotak 5 dari tonase kotor / net
ditunjukkan pada Kotak 6, digolongkan sebagai dinyatakan dalam Kotak 7 dan diindikasikan
rem daya kuda (bhp) sebagaimana tercantum dalam Kotak 8, yang membawa sekitar
jumlah bobot mati ton ditunjukkan dalam Kotak 9 pada
summer freeboard termasuk bunker, toko dan
ketentuan, karena sesuai rencana pembangun kubik kaki-butir /
kapasitas bale sebagaimana tercantum dalam Kotak 10, eksklusif permanen
bunker, yang berisi tentang jumlah ton dinyatakan dalam
Box 11, dan penuh mampu mengepul tentang
jumlah knot ditunjukkan dalam Kotak 12 dalam cuaca yang baik dan
halus air pada konsumsi sekitar jumlah
ton bahan bakar minyak dinyatakan dalam Kotak 12, kini berada di posisi sebagaimana tercantum dalam
Kotak 13 dan pihak disebutkan sebagai Penyewa pada Kotak 4, sebagai
berikut:
1. Periode / Pelabuhan Pengiriman / Waktu Pengiriman
Para Pemilik biarkan, dan Penyewa menyewa kapal untuk
periode jumlah bulan kalender ditunjukkan dalam
Kotak 14 dari waktu (bukan hari Minggu atau hari libur hukum
kecuali diambil alih) Kapal disampaikan dan ditempatkan di
pembuangan Penyewa antara 9 pagi dan 6
pm, atau 09:00-02:00 jika pada hari Sabtu, di
pelabuhan dinyatakan dalam Kotak 15 di tempat tidur yang tersedia seperti di mana dia
aman dapat berbohong selalu mengapung, sebagai Penyewa dapat mengarahkan,
Kapal berada dalam segala cocok untuk kargo biasa
layanan. Kapal tersebut harus disampaikan pada saat
ditunjukkan dalam Kotak 16.
2. Perdagangan
Kapal akan digunakan dalam perdagangan yang sah untuk
pengangkutan barang halal hanya antara pelabuhan yang aman
atau tempat di mana kapal dengan aman bisa berbohong selalu mengapung
dalam batas-batas yang dinyatakan dalam Kotak 17. Tidak ada ternak atau
merugikan, terbakar atau barang-barang berbahaya (seperti
asam, bahan peledak, kalsium karbida, ferro silikon,
nafta, semangat motor, tar, atau salah satu dari produk mereka) akan
dikirim.
3. Pemilik 'Kewajiban
Para Pemilik akan menyediakan dan membayar semua ketentuan dan
upah, untuk asuransi Kapal, untuk semua dan dek
ruang mesin toko dan mempertahankan dirinya dalam menyeluruh
negara yang efisien dalam lambung dan mesin selama layanan. Itu
Pemilik harus menyediakan winchmen dari kru untuk
mengoperasikan peralatan penanganan kargo Kapal itu, kecuali
kru kerja kondisi atau serikat pekerja setempat atau port
peraturan melarang ini, dalam hal ini memenuhi syarat shorewinchmen
harus disediakan dan dibayar oleh
Penyewa.
4. Penyewa 'Kewajiban
Para Penyewa wajib menyediakan dan membayar semua bahan bakar minyak, pelabuhan
biaya, pilotages (apakah wajib atau tidak), kanal
steersmen, boatage, lampu, tarik-bantuan, konsuler
biaya (kecuali yang berkaitan dengan petugas Guru,
dan kru), kanal, dermaga dan lainnya iuran dan biaya,
termasuk kotamadya umum asing atau pajak negara,
juga semua iuran dermaga, pelabuhan dan tonase di pelabuhan
pengiriman dan pengiriman kembali (kecuali yang timbul melalui kargo
dilakukan sebelum pengiriman atau setelah re-delivery), lembaga,
komisi, juga akan mengatur dan membayar untuk loading,
pemangkasan, stowing (termasuk dunnage dan pergeseran
papan, kecuali yang sudah ada di papan), bongkar,
berat, menghitung-hitung dan pengiriman kargo, survei pada
menetas, makanan yang diberikan kepada pejabat dan laki-laki dalam mereka
layanan dan semua biaya lainnya dan biaya apapun
termasuk penahanan dan pengeluaran melalui karantina
(Termasuk biaya fumigasi dan desinfeksi). Semua tali,
sling dan pelari khusus benar-benar digunakan untuk memuat
dan pemakaian dan setiap peralatan khusus, termasuk special
tali dan rantai yang diperlukan oleh kebiasaan pelabuhan untuk
mooring akan menjadi tanggungan Penyewa '. Kapal
harus dilengkapi dengan derek, derek, roda dan biasa
mampu menangani lift hingga 2 ton pelari.
5. Bunkers
Para Penyewa di pelabuhan pengiriman dan kami di pelabuhan
re-pengiriman akan mengambil alih dan membayar semua bahan bakar minyak
tersisa di bunker Kapal ini harga berlaku pada
port masing-masing. Kapal akan kembali disampaikan dengan
tidak kurang dari jumlah ton dan tidak melebihi
jumlah ton bahan bakar minyak di bunker Kapal menyatakan
dalam Kotak 18.
6. Menyewa
Para Penyewa harus membayar mempekerjakan kurs yang dinyatakan dalam Kotak
19 per 30 hari, dimulai sesuai dengan Klausul
1 sampai kembali pengiriman-nya ke kami.
Pembayaran sewa harus dilakukan secara tunai, dalam mata uang
dinyatakan dalam Kotak 20, tanpa diskon, setiap 30 hari, di
muka, dan dengan cara yang ditentukan dalam Kotak 20. Di
default pembayaran Pemilik berhak dari
Kapal menarik dari pelayanan Penyewa,
tanpa mencatat protes apapun dan tanpa campur tangan
pengadilan atau formalitas lain apapun dan tanpa
prasangka untuk setiap klaim Pemilik sebaliknya mungkin memiliki
pada Penyewa berdasarkan Piagam PBB.
7. Re-delivery
Kapal akan kembali disampaikan pada berakhirnya
Piagam dalam urutan yang baik sama seperti saat dikirim ke
para Penyewa (memakai adil dan air mata dikecualikan) pada icefree
pelabuhan di opsi Penyewa 'di tempat atau dalam
kisaran dinyatakan dalam Kotak 21, 9:00-06:00,
dan 9 am dan 2 pm pada hari Sabtu, tetapi hari redelivery
tidak akan menjadi hari Minggu atau Holiday hukum.
Para Penyewa harus memberikan Pemilik tidak kurang dari sepuluh
hari 'pemberitahuan di mana pelabuhan dan tentang yang hari
Kapal akan kembali disampaikan. Kapal harus diperintahkan
pada perjalanan dimana periode Piagam akan terlampaui
para Penyewa harus memiliki penggunaan Kapal untuk mengaktifkan
mereka untuk menyelesaikan pelayaran, asalkan bisa
cukup menghitung bahwa pelayaran akan memungkinkan
redelivery tentang waktu tetap untuk penghentian
Piagam, tetapi untuk waktu melebihi tanggal terminasi
para Penyewa harus membayar tarif pasar jika lebih tinggi daripada
tingkat yang ditetapkan di sini.
8. Ruang kargo
Jangkauan keseluruhan dan burthen Kapal, termasuk
halal dek-kapasitas akan berada di pembuangan Penyewa ',
pemesanan ruang yang tepat dan cukup untuk Kapal itu
Guru, petugas, kru, mengatasi, pakaian, furnitur,
ketentuan dan toko.
9. Menguasai
Guru harus menuntut semua perjalanan dengan sangat
pengiriman dan harus memberikan bantuan dengan adat
awak kapal itu. Guru harus berada di bawah perintah
dari Penyewa dalam hal pekerjaan, lembaga, atau
lainnya pengaturan. Para Penyewa akan mengganti kerugian
Pemilik terhadap semua konsekuensi atau kewajiban yang timbul
dari petugas Guru, atau Agen penandatanganan Bills of Lading
atau dokumen lain atau mematuhi seperti
perintah, serta dari setiap penyimpangan dalam Kapal ini
makalah atau untuk overcarrying barang. Para Pemilik tidak akan
bertanggung jawab untuk kekurangan, tanda campuran,, atau untuk
jumlah potongan atau paket, atau untuk kerusakan atau
klaim pada kargo disebabkan oleh penyimpanan yang buruk atau sebaliknya. Jika
BAGIAN II
"BALTIME 1.939" Uniform Waktu-Charter (sebagaimana telah diubah 2001)
Penyewa yang memiliki alasan untuk tidak puas dengan
melakukan dari Master atau pejabat apapun, Pemilik, pada
menerima keterangan dari keluhan, segera untuk
menyelidiki masalah ini, dan, jika perlu, dan praktis,
untuk membuat perubahan dalam 
janji.






Freight Forwarding Documentations
oleh : (Yuri G. Iskandar, SH)

DOKUMEN merupakan salah satu bagian dari usha freight forwarding yang sangat fital. Untuk itu dibutuhkan pemahaman yang cukup mengenai seluk beluk dokumen, agar usaha freight forwarding menjadi lebih lancar, tanpa melakukan kesalahan-kesalahan yang seharusnya tidak perlu terjadi. Semua kesalahan bisa saja terjadi hanya karena ketidakmengertian kita tentang dokumen-dokumen freight forwarder.
Untuk membatasi pokok bahasan kita tentang dokumen, yaitu dokumen-dokumen yang berhubungan secara langsung dengan service freight forwarding, jadi dokumen-dokumen lainnya, seperti packing list atau invoice, tidak termasuk dalam pokok bahasan kita.

Secara umum, kita akan membagi dalam 2 pokok bahasan, yaitu :
I. Dokumen-dokumen yang kita terima dari customer.
II. Dokumen-dokumen yang kita terbitkan untuk customer.

Dokumen-dokumen yang kita terima dari customer ada 2 macam, yaitu :
1. FIATA Forwarding Instructions – FFI atau Shipper’s Instructions.
2. FIATA SDT – Shipper’s Declaration of Dangerous Goods.
Sedangkan dokumen-dokume yang kita terbitkan untuk customer ada 5 macam, yaitu :
1. FIATA FCR – Forwarder’s Certificate of Receipt.
2. FIATA FCT – Forwarder’s Certificate of Transport
3. FBL – Negotiable FIATA Combined Transport Bill of Lading.
4. FWR – FIATA Warchouse Reccipt.
5. House Bill of Lading/House Airway Bill.
Sekarang kita akan membahas satu persatu dari ketujuh dokumen tersebut diatas.

FIATA FORWARDING INSTRUCTIONS – FFIOR SHIPPER’S INSTRUCTIONS.
Kita mengenal adanya sebuah dokumen yang disebut sebagai Shipping Instructions, yang merupakan instruksi dari customer kepada forwarder untuk melaksanakan pengangkutan barang miliknya. Bentuk Shipping Instructions tersebut sangat beragam, dimana masing-masing customer memiliki kebebasanuntuk membuatnya. FIATA Forwarding Instructions ini dibuat oleh FIATA untuk menyeragamkan bentuk bagi semua anggota asosiasi Freight Forwarding diseluruh dunia, disamping itu untuk meningkatkan standard profesionalitas kita sebagai forwarder. Gafeksi merupakan anggota FIATA, jadi anggota GAFEKSI dapat menggunakan dokumen ini dalam kegiatannya.

Kegunaan :
Customer menerbitkan dokumen ini kepada forwarder, sehingga timbul hubungan kontraktual antara forwarder dengan customer untuk mengatur pengangkutan dari point A ke point B. Customer diharapkan untuk dapat melengkapi semua data yang diperlukan sehubungan dengan rencana pengiriman abrang miliknya, termasuk dokumen-dokumen pendukung lainnya, yang dibutuhkan.

Forwardr bisa membantu customer dalam pengisian FIATA Forwarding Instructions.

FIATA SDT – SHIPPER’S DECLARATION FOR THE TRANSPORT OF DANGEROUS GOODS
Customer wajib mengisi, menandatangani dan mengembalikan dokumen pengiriman inikepada freight forwarder yang ditunjuknya untuk melaksanakan pengiriman barang, apabila barang yang akan dikirimnya termasuk dalam kategori BARANG BERBAHAYA!
Dokumen ini berisi informasi yang mendetail, termasuk didalamnya informasi mengenai klasifikasi Barang Berbahaya sesuai dengan peraturan pengangkutan barang.
Isi dari dokumen FIATA SDT adalah sebagai berikut :
1. Nama shipper dan alamat
2. Nama forwarder
3. Marking, jumlah dan jenis kemasan – nama tekhnis dari barang yang bersangkutan
4. Berat kotor dan berat bersih
5. Klasifikasi atau karakteristik barang yang akan dikirim.
6. dan lain-lain
Freight forwarder wajib membantu customer untuk mengisi dokumen FIATA – SDT ini.


FIATA FCR – FORWARDER’S CERTIFICATE of RECEIPT.

Kegunaannya :
Dokumen ini merupakan penyataan secara resmi dari pihak freight forwarder bahwa ia sudah mengambil alih penguasaan atas barang-barang

Tanggung jawab forwarder :
Freight Forwarder dianggap bertanggungjawab untuk menerima dan mengirimkan barang-barang kepada pihak yang dikehendaki oleh consignee.

Catatan khusus:
1. FIATA FCR bukan surat berharga, karena pengiriman barang-barang kepada consignee tidak tergantung kepada penyerahan dokumen ini.
2. Dibagikan belakang dokumen ini mencantumkan Standard Conditions dari negara dimana dokumen ini diterbitkan
3. Ketika menerbitkan dokumen ini, freight forwarder harus yakin, bahwa :
a. Barang-barang yang bersangkutan telah diterima olehnya atau agen yang ditunjuknya dan pelaksanaan pengiriman barang tersebut diperuntukkan semata-mata untuknya
b. Barang-barang tersebut sesuai dan kelihatan dalam keadaan baik
c. Data-data yang tercantum dalam dokumen sudah sesuai dengan instruksi yang diterima.
d. Kondisi-kondisi dalam dokumen-dokumen pengapalan, misalnya B/L, tidak bertentangan dengan tanggung jawabnya sehubungan dengan FCR.
Isi/informasi yang ada dalam dokumen FCR :
1. Nama prinsipal dari supplier atau forwarder.
2. Nama dan alamat consignee.
3. Marks and Numbers.
4. Jumlah dan jenis kemasan
5. Keterangan tentang barang.
6. Berat Kotor
7. Ukuran barang
8. Tempat dan tanggal penerbitan FCR.

FIATA FCT – FORWARDER’S CERTIFICATE OF TRANSPORT
Kegunaannya :
Dengan menerbitkan FCT kepada pengirim barang, forwarder dianggap bertanggung jawab untuk mengirimkan barang-barang ke tujuan melalui agen yang di tunjuk olehnya.

Tangung jawab forwarder :
Forwarder dianggap bertanggungjawab atas pengiriman barang-barang ke tujuan, melalui agen yang ditunjuk olehnya, kepada pemegang dokumen sesuai dengan kondisi-kondisi yang tercantum dalam FCT.

Catatan Khusus :
1. FIATA FCT adalah surat berharga dan penyerahan barang-barang hanya dapat berlaku apabila ditunjukkan dokumen FCT asli
2. Dibagian belakang dokumen ini mencantumkan Standard Trading Conditions dari negara dimana dokumen ini diterbitkan.
3. Ketika menerbitkan FIATA FCT, freight forwarder harus yakin bahwa :
a. Barang-barang sudah sesuai dan kelihatan dalam keadaan baik.
b. Data-data yang tercantum dalam dokumen sudah sesuai dengan instruksi yang diterima.
c. Kondisi-kondisi dalam dokumen-dokumen pengapalan, misalnya B/L, tidak bertentangan dengan tanggungjawabnya sehubungan dengan FCT.
d. Tanggungjawab untuk menutup asuransi dari pengiriman barang tersebut sudah disepakati
e. Dengan jelas disebutkan jumlah dokumen original yang telah diterbitkan
4. Freight forwarder biasanya mengenakan biaya atas penerbitan dokumen FIATA FCT kepada customer

Isi dari informasi yang terdapat dalam FIATA FCT :
1. Nama prinsipal.
2. Nama consignee.
3. Nama pihak ke-3 yang ikut diberitahu.
4. Pelabuhan muat.
5. Pelabuhan tujuan.
6. Marks and Numbers.
7. Jumlah dan jenis kemasan.
8. Keterangan tentang barang
9. Berat Kotor.
10. Ukuran barang.
11. Asuransi.
12. Freight dan biaya-biaya dibayarkan kepada
13. Tanggal dan tempat penerbitan FIATA FCT.


FBL – Negotiable FIATA Combined Transport Bill of Lading
Kegunaannya :
FBL merupakan dokumen lanjutan (Through Document) yang dipergunakan oleh Internasional Freight Forwarder yang bertindak sebagai Multimodal Transport Operator (MTO)

Tanggung Jawab Forawarder :
Dengan menerbitkan FBL, maka forwarder bertanggungjawab tidak hanya terhadap pelaksanaan kontrak angkutan barang saja, dan penyerahan barang ditempat tujuan tetapi juga terhadap tindakan dan kesalahan dari carrier dan pihak ketiga lainnya yang terkait.

Catatan Khusus :
1. FBL itu negotiable kecuali dinyatakan sebaliknya.
2. Diterima oleh Bank untuk pengurusan L/C (Documentary Credit)
3. dapat juga dipergunakan sebagai marine B/L (Ocean B/L).
4. Ketika menerbitkan FBL, freight forwarder harus yakin, bahwa :
a. Dia atau agennya telah mengambil alih pengapalan barang yang tercantum didalamnya dan hak dari pengirimannya semata-mata tergantung pada dirinya saja.
b. Barangnya kelihatan dalam keadaan baik.
c. Data-data yang tetrcantum dalam dokumen sesuai dengan instruksi yang telah diterima.
d. Tanggung jawab mengenai asuransi barang telah disepakati.
e. Dengan jelas disebutkan jumlah dokumen asli yang harus diterbitkan.
5. Dengan menerbitkan FBL, maka forwarder menerima kewajiban – kewajiban SDRs perkilo dari barang yang hilang atau rusak. Bila harapan dari terjadinya kehilangan atau kerusakan barang dapat diketahui, maka tanggungjawabnya akan ditentukan sesuai dengan pembagian yang relevan dari Hukum Nasional atau Konvensi Internasional yang berlaku.
6. Sangat dianjurkan agar freight forwarder yang menerbitkan FBL, untuk menutup tanggungjawabnya dengan asuransi

Isi dan informasi yang terdapat dalam FBL :
1. Nama shipper.
2. Nama consignee.
3. Nama pihak ketiga yang ikut diberitahu.
4. Tempat penerimaan barang.
5. Nama kapal.
6. Pelabuhan Muat.
7. Pelabuhan pembongkaran/tujuan.
8. Tempat penyerahan barang.
9. Merek dan nomor.
10. Jumlah dan jenis kemasan.
11. Perincian barang.
12. Berat kotor.
13. Ukuran barang.
14. Jumlah freight dibayar di ...
15. Freight dibayar di ...
16. Asuransi muatan
17. Jumlah FBL asli.
18. Nama agen yang akan melaksanakan penyerahan barang.


FWR – FIATA Warehouse Receipt
Kegunaannya :
Dipergunakan oleh freight forwarder yang mengoperasikan pergudangan. Ini berhubungan dengan perincian pembagian hak dan pemegangnya, dengan endorsement pada dokumen, pemindahan hak, dan perjanjian bahwa penyerahan barang dengan menyerahkan dokumen FWR senilai barang yang diserahkan oleh pedagang.

Tanggung Jawab Forwarder :
Di Negara-negara dimana STC mencantumkan tentang aktifitas pengoperasian pergudangan, maka peraturan itu akan berlaku pada FWR yang diterbitkan dinegara itu.

Catatan Khusus ;
Dokumen ini tidak negotiable kecuali dinyatakan sebaliknya. Apabila disuatu Negara diberlakukan secara legal adanya warehouse recept sesuai dengan hukum nasional yang berlaku, maka FIATA FWR tidak perlu dipergunakan lagi dinegara tersebut.

Isi dan informasi yang terdapat dalam FIATA FWR :
1. Nama pemasok/supplier.
2. Nama depositor.
3. Nama pengelola pergudangan.
4. Nama gudang
5. Alat pengangkut.
6. Asuransi
7. Merek dan nomor.
8. Jumlah dan jenis kemasan.
9. Perincian barang.
10. Berat kotor.
11. Apakah barang diterima dalam keadaan baik? Oleh siapa?
12. Indikasi berat kotor, dilakukan oleh siapa?
13. Tempat dan tanggal penerbitan.


House Bill of Lading/House Airway Bill
Kegunaannya :
Apabila freight forwarder bertidak sebagai carrier dengan melakukan cargo consolidation atau groupage dengan angkutan laut atau angkutan udara, maka freight forwarder tersebut menerbitkan Bill of Ladingnya sendiri kepada masing-masing shipper.

Tanggung Jawab Freight Forwarder :
Tidak ada keseragaman isi atau kondisi dari House Bill of Lading, karena freight forwarder menikmati ‘Kebebasan Berkontrak’.

Ini dijelaskan sebagai berikut :
a. Beberapa forwarder tidak menerima tanggungjawab terhadap hilang atau rusaknya barang yang terjadi, apabila barang itu berada dibawah kekuasaan atau pengawasan actual carrier.
b. Yang lainnya bertanggungjawab sebagai agen meskipun mereka bertindak sebagai principal dan menerbitkan Bill of Ladingnya sendiri.
c. Beberapa freight forwarder menerima pertanggunganjawab, dalam hal ini memebayar kerugian kepada shipper, sebagaimana dia juga menerima ganti rugi dari carrier yang bertanggungjawab.
d. Beberapa freight forwarder yang menerbitkan HBL bertanggungjawab secara penuh seperti yang tercantum dalam FBL.

Isi dan informasi yang terdapat dalam FBL :
Tidak ada keseragaman dalam isi dokumen yang diterbitkan oleh forwarder, tetapi pada umumnya, berisi data-data sebagai berikut :
1. Nama shipper.
2. Namaconsignee.
3. Pihak ketiga yang turut diberitahu.
4. Pelabuhan/Airport pemuatan
5. Tanggal keberangkatan
6. Tanggal tiba.
7. Pelabuhan pembongkaran
8. Tujuan akhir
9. Freight dibayar di ...
10. Jumlah BL asli.
11. Merek dan nomer.
12. Jumlah dan jenis kemasan.
13. Berat kotor.
14. Kondisi penyerahan.
15. Keterangan tentang keadaan barang.
16. Tempat dan tanggal penerbitan HBL.
17. Nama dan alamat agen penyerahan barang.

Selain data-data tersebut di atas, dapat juga dicantumkan kode keagenan IATA, nomer rekening, juga nomer rekening shipper/consignee, route, jenis valuta untuk pembayaran freight, nilai barang yang diberitahukan untuk kepentingan pengangkut maupun untuk kepentingan pabean.
Forwading as a Contracting Carrier
 
Pendahuluan
 
GAFEKSI (INFA) adalah singkatan dari Gabungan Forwarder dan Ekspedisi Indonesia atau Indonesian Forwarders Association. Ada kata Forawarder dan Ekspedisi. Sebenarnya apa arti masing-masing?
 
1.      Menurut Kitab Undang-undang Hukum Dagang (KUHD) Bagian ke-II tentang Ekspedisi :
Pasal – 86
Ekspedisi adalah orang yang pekerjaannya menjadi tukang menyuruhkan kepada orang lain untuk menyelenggarakan pengangkutan barang-barang dagangan dan lainnya, melalui daratan atau perairan.
Ia diwajibkan membuat catatan-catatan dalam sebuah register harian berturut-turut tentang macam dan jumlah barang-barang dagangan dan lainnya yang harus diangkut, seperti harganya, manakala yang belakangan dianggap perlu.
Pasal – 87
Ia harus menanggung, bahwa pengiriman barang dagangan dan lainnya yang untuk itu diterimanya, akan mendapatkan penyelenggaraannya dengan rapid an selekas-lekasnya, pula dengan mengindahkan segala upaya, yang sanggup menjamin keselamatan barang-barang yang diangkutnya.
Pasal – 88
Iapun setelah barang-barang dagangan dan lainnya itu dikirimkannya, harus menanggung segala kerusakan atau hilangnya barang-barang itu, yang mana dapat dipersebabkan karena kesalahan atau kurang ati-atinya.
 
Pasal – 89
Ia harus menanggung pula segala ekspeditur antara yang dipakainya.
 
Pasal - 90
Surat angkutan merupakan persetujuan antar si pengirim atau eksepditur pada pihak satu dan pengangkut atau juragan perahu pada pihak lain. Surat itu memuat selain apa yang kiranya telah disetujui oleh kedua belah pihak, seperti misalnya mengenai waktu dalam mana pengangkutan telah harus selesai dikerjakan dan mengenai pergantian rugi dalam hal keterlambatan, memuat juga :
1.    Nama dan berat atau ukuran barang-barang yang diangkut, begitupun merek dan bilangannya
2.    Nama orang kepada siapa barang-barang dikirimkannya
3.    Nama dan tempat si pengangkut atau juragan perahu
4.    Jumlah upahan pengangkutan
5.    Tanggal
6.    Tanda tangan si pengeirim atau ekspeditur
Surat angkutan itu, ekspeditur harus membukukannya dalam register hariannya.
 
2.    Menurut Ensiklopedi umum terbitan Yayasan Kanisius tahun 1973
    Ekspedisi (Belanda – Expeditie) : Pengiriman barang-barang; Perusahaan Pengangkutan dan pengiriman barang; juga perlawatan barang; perlawatan kelompok penyelidik ke suatu daerah yang belum dikenal.
    Menurut undang-undang Ekspeditur adalah seorang perantara yang kerjanya mengurus pengangkutan barang (dalam bahasa Inggris disebut Forwarding Agent atau Shipping Agent).
    Dalam prakteknya pekerjaan ekspedisi tidak terbatas pada mengurus pengangkutan saja, selain mengambil dari dan mengantarkannya ke tempat pengangkutan, ekspeditur juga menjadi pengusaha pengangkutan transporter (ada yang memiliki alat-alat transport sendiri), bahkan ada yang menyelenggarakan pekerjaan pergudangan (memiliki gudang sendiri) dan menjadi agen-agen perusahaan asuransi.
 
3.      Menurut Traning Manual on Operation Aspects of Multimodal Transport United Nation Economic and Social Commission for Asia and the Pasific (UN ESCAP) edisi 2002 (1.2) :
There are no internationally accepted definition of the term “freight forwarder”. Forwarder are known by different names in different countries such as customs house agent, clearing agent, customs broker, shipping and forwarding agent, and in some case acts as a principal carrier that is, the main carrier. But me aspect of their activities which is common to all of them, what ever the name they use, is that they all see their service only.
 
4.      menurut Keputusan Menteri Perhubungan Nomor : KM.10 Tahun 1988, tanggal 26 Februari 1988, tentang Jasa Pengurusan Transportasi, Bab I Ketentuan Umum Pasal – 1 :
“Yang dimaksud dengan Jasa Pengurusan Transportasi (Freight Forwarder) dalam keputusan ini adalah usaha yang ditujukan untuk mewakili kepentingan pemilik barang untuk mengurus semua kegiatan yang diperlukan bagi terlaksananya pengiriman dan peneraimaan barang melalui transportasi darat, laut atau udara yang dapat mencakup kegiatan penerimaan, penyimpanan, sortasi, pengepakan, penandaan, pengukuran, penimbangan, pengurusan penyelesaian dokumen, penerbitan dokumen angkutan, perhitungan biaya angkutan, klaim asuransi atas pengiriman barang serta penyelesaian tagihan dan biaya-biaya lainnya berkenaan dengan pegniriman barang-barang tersebut sampai dengan diterimanya barang oleh yang berhak menerimanya.
 
Nah dari keempat pengertian tersebut kiranya pembaca dapat mengambil kesimpulan bahwa ekspedisi (termasuk EMKL) dan Forwarder pada dasarnya adalah sama, adalah penjual jasa (macam-macam jasa) yang terkait dengan pengiriman barang. Sama-sama bertanggungjawab atas keselamatan barang, sama-sama menerbitkan dokumen angkutan. Oleh karena itu kiranya tidak perlu membahas kepanjangan GAFEKSI atau perbedaan antara ekspedisi dan forwader karena poada dasarnya GAFEKSI adalah “nama” (brand).
 
Namun demikian, dari keempat pengertian di atas dapat dibayangkan betapa beragamnya jasa yang “dijual” oleh ekspedisi/forwarder anggota GAFEKSI, misalnya :
-         Sebagai customs broker atau Perusahaan Pengurusan Jasa Kepabeanan (PPJK), sesuai UU No. 10/1995 tentang Kepabeanan Ps. 29 ayat (2)
-         Sebagai Perusahaan Pengurusan Jasa Transportasi (PPJT/Forwarder) sebagaimana diatur dalam KM 10/1988 baik dalam kedudukannya sebagai principal maupun agent
-         Sebagai konsolidator sebagaimana diatur dalam Keputusan Direktur Jenderal Bea dan Cukai No. Kep 151/BC/2003 tentang : Petunjuk Pelaksanaan Tatalaksana Kepabeanan di bidang ekspor Bab IV.
-         Sebagai Multimodal Transport Operator, sebagai Logistic Provider dab mungkin masih akan ada lagi sesuai tuntutan perkembangan perdagangan internasional.
.
 top  

Freight Forwarder Sebagai Contracting Carrier



Pada dasarnya Freight Forwarding yang bertindak sebagai contracting carrier adalah principal. Menurut UNESCAP, Traning Manual on Operation Aspects of Multimodal Transport United Nation Economic and Social Commission for Asia and the Pasific (UN ESCAP) edisi 2002 (1-7) : As a principal, the forwarder is independent contractor who assumes responsibility in his own name or providing the services required by his customer.
Sebagai independent kontraktor yang bertanggung jawab untuk dan atas namanya sendiri, maka Freight Forwarder megadakan kontrak dengan pelanggannya dalam bentuk menerbitkan dokumen angkutan atau Bill of Lading (bagi anggota GAFEKSI kita direkomendasikan memakai FIATA Bill of Lading/FBL).
Menurut Manual on Freight Forwarding 1st edition 1990 UNESCAP (8.13) : “In issuing the FBL a forwarder assumes responsibility not only for the performance of the transport contract and delivery of the goods at the destination but also for the acts and commissions of the carrier and other third parties enganged by him.
Uraian di atas dimaksudkan hanya untuk mengingatkan anggota GAFEKSI/INFA yang menyatakan dirinya sebagai contracting carrier yang menerbitkan Bill of Lading sendiri, terhadap segala konsekuensi yang melekat padanya.
Dalam praktek sehari-hari, utamanya di Surabaya, peran GAFEKSI sebagai contrakcting carrier “sulit diterima” oleh berbagai pihak. Oleh karena itu Marine B/L (NVOCC B/L) atau House B/L yang diterbitkan anggota GAFEKSI untuk FCL Cargo juga sulit diterima.
Sebagai jalan keluar, sampai dengan 2 bulan lalu penyelesaian barang impor FCL ditempuh dengan cara “redress manifest”. Nama consignee yang semula dalam cargo manifest tertulis nama freight forwarder sebagai consignee dirubah menjadi nama actual consignee.
Setelah melalui koordinasi dan diskusi yang panjang, akhirnya B/L yang diterbitkan oleh freight forwarder anggota GAFEKSI dapat diterima untuk penyelesaian importasi, sehingga terhitung mulai medio Februari 2006 disepakati oleh Kantor Pelayanan Bea Cukai Tipe A Tanjung Perak, proses importasi seperti bagan diatas
 
 
Proses importasi disepakati:
1.    Pada saat kedatangan Sarana Pengangkut, FF pemegan/penerbit BL, sebagai contracting carrier membuat “sub inward manifest” (tabel 1) dan mengajukannya ke KPBC seperti biasa.
2.    Customs clearance
3.    PPJK melaksanakan customs clearance sesuai prosedur biasa, kecuali pada saat mengisi PIB pada angka 17 diisi 2 (dua) nomor BL, ialah nomor BL shipping line dan nomor BL Freight Forwarding.
 top  

Freight Forwarder sebagai Konsolidator
 
Apakah konsolidasi? Pada dasarnya penjelasan tentang konsolidator telah dimuat dalam Warta GAFEKSI edisi Februari s/d April 2005. Untuk memudahkan ingatan disampaikan kembali pengertian konsolidasi menurut UNESCAP dalam Traning Manual on Operation Aspects of Multimodal Transport, 2002 (2,2) : “Consoldation or groupe means the assembly of small parcels of cargo from several consignors at one point of origin intended for several consignees at another point of destination and dispatching the same as one consolidated consignment to consolidator’s agent at the destination for delivery of the individual consignments to the respective consignees”.
 
The forwarder’s BL or house bill of lading is issued to the shipper of each consignment : delivery is affected by the forwarder’s agent to the consignee at the destination on production of this document.
 
Dari uraian di atas jelas bahwa freight forwarder consolidator menerbitkan BL sendiri adalah principal, bertanggung jawab sejak menerima barang dari consignor sampai dengan menyerahkannya kepada consignee. Secara umum proses kegiatan konsolidasi seperti skema berikut :
 
  
 
Proses yang disepakati:
1.      Ekspor barang konsolidasi
Sesuai dengan keputusan Direktur Jenderal Bea dan Cukai No. Kep – 151/BC/2003 tentang Petunjuk Pelaksanaan Tatalaksana Kepabeanan dan Bidang Ekspor Bab IV. Konsolidasi Barang Ekspor.
2.      Barang impor konsolidasi
Forwarding Konsolidator membuat “Manifes Petikemas Konsolidasi” (contoh tabel 2) dan mengajukannya ke KPBC Tipe A Khusus Tanjung Perak.

Catatan
-         Bagi FF konsolidator baik ekspor maupun impor, untuk hubungan antar perusahaan disarankan mempergunakan “Consolidated Container Service Manifest” sesuai tabel 3.
-         Tabel 1 tentang Sub Inward Manifest dan tabel 2 tentang “Manifes Petikemas Konsolidasi” telah dikonsultasikan dengan ke KPBC Tipe A Khusus Tanjung Perak dan sudah mempertimbangkan pemberlakukan EDI Manifest, namun demikian tidak tertutup kemungkinan adanya penyempurnaan.

cita cita