Senin, 05 November 2012

TUGAS SKB

Tugas Mandiri SKB
Bisnis Budidaya Ikan Lele
Memilih usaha ternyata tidak harus dari sesuatu yang wah. Banyak peluang besar bisa peroleh justru dari sesuatu yang nampak sepele. Semisal beternak ikan lele, ikan berkumis ini memang masih dipandang sebelah mata oleh pebisnis. Padahal, rejeki yang ia janjikan cukup besar. Gerai supermerket besar hingga warung tenda di pinggir jalan butuh pasokan lele dalam jumlah banyak secara rutin.
Mungkin kita tak pernah menggubris warung tenda yang menjajakan menu pecel lele yang berderet di sepenjang jalan. Padahal, kontinuitas kebutuhan lele di warung tenda umumnya lebih pasti bila dibanding dengan kebutuhan lele di supermarket. Warung-warung seperti itu banyak tersebar di setiap kota.
Memulai bisnis lele tidah harus selalu diawali dengan hitungan yang jelimet serta bikin pusing. Anda bisa memualinya dengan sekedar bejalan-jalan santai, nongkrong sambil iseng mencicipi menu ikan lele. Dari kegiatan itu bisa memetakan pasar ikan lele. Jumlah kebutuhan ikan lelepun bisa diperoleh secara pasti.
Hasil survey dan observasi di warung kaki lima “pecel lele” menunjukan bahwa kebutuhan ikan lele setiap malam cukup banyak. Berikut komentar yang disampaikan oleh Ibu Sarah pedagang kaki lima pecel lele: “Ya…. Kira-kira saya bisa habis lele 7 –8 kg setiap malam, setiap kilo harganya Rp 12.000”. Jika dihitung-hitung, saya butuh ikan lele yang tidak sedikit, paling tidak saya harus mendapat pasokan 210 – 240 kg lele segar secara rutin”. Begitulah pengakuan Ibu Sarah pedagang pecel lele di bilangan jalan Gejayan.
Budidaya lele tidak direpotkan dengan masalah air. Daya tahan ikan lele sangat baik “Asal air selalu penuh dan cukup pangan, itu sudah beres,”jelas Bapak Suparman, pengusaha ikan lele di Temon Kulon Progo. Supaya bisa untung, ikan yang dipelihara minimal harus berjumlah 10.000 ekor. Jumlah ikan sebanyak itu butuh paka sebanyak 35 karung. Setok pakan sebanyak itu dipakai dalam satu kali periode usaha. Setiap karung berisi pakan seberat 30 kg. Harga pakan perkarung adalah Rp 160.000.
Masalah pakan bisa diatasi dengan oplosan pakan yang berasal dari jerohan ayam. Harganya Cuma Rp 1500/ kg. sekwintal jerohan bisa digunakan untuk memenuhi kebutuhan pakan lele selama 1 – 1,5 hari. Jika dibandingkan dengan pelet, maka satu kolam butuh 2 karung pelet setiap hari. Pemberian pakan dilakukan 2 kali dalam sehari. Jadi, satu karung pelet digunakan untuk sekali pemberian pakan. Berkat menu tambahan, ukuran ikan bisa semakin besar. “Kalau biasanya ikan sekilo ada 7 ekor, setelah diberi pakan tambahan berat ikan sekilo cuma 6 ekor.
Harga jual ikan lele di tingkat petani saat ini adalah Rp 11.000 / kg. Persentase kematian ikan lele biasanya mencapai 10%. Kondisi seperti itu umumnya terjadi sehabis ikan lele dilepas ke dalam kolam. Terutama ketika cuaca sedang panas. Setiap kolam bisa menghasilkan lele seberat 7 – 8 kwintal.
Kedalaman kolam lele minimal 1 m. Air yang terlalu dangkal menyebabkan ukuran lele menjadi terlalu pendek. Sebab ikan menjadi kurang gerak. Jumlah bibit yang ditaburkan 50.000 ekor dalam setiap kolam. Bibit lele itu masih seukuran rokok. Satu bulan setelah dilepas, kemudian dilakukan disortasi (dipilah-pilah). Ikan yang sudah sebesar batu baterai dipindah kolam yang lain. Tujuannya supaya ukuran ikan seragam. Sebab jika tidak disortir, ikan yang ukurannya lebih kecil akan dimangsa oleh lele yang berbada lebih gede. Biasanya setelah disortir ikan tinggal 12.000 ekor. Atau sekitar 3 kwintal.
Jika memiliki jumlah kolam lebih dari satu, maka periode panen bisa dirancang bergantian. Berkat cara seperti ini, periode panen bisa menjadi lebih cepat dari 50 hari.
Berdasarkan informasi di atas, Jelaskan analisis studi kelayakan bisnis menurut kelompok Anda?

Petunjuk mengerjakan:
1.    Buatlah laporan studi kelayakan bisnis tersebut dengan sistematikan sebagai berikut:
a.    Bagian Awal yaitu Halaman judul (meliputi:  Nama bisnis, logo UAD, daftar nama kelompok, prodi, fakultas, universitas, tahun)
b.    Bagian isi Yaitu:
i.    Latar belakang minimal 3 paragraf
ii.    Tujuan dan manfaat bisnis 3 paragraf,
iii.    Analisis lingkungan  minimal 3 paragraf
iv.    Analisis pasar minimal 3 paragraf
v.    Analsisi produksi minimal 3 paragraf
vi.    Analisis keuangan/benefit
vii.    keputusan dalam evaluasi bisnis 1 paragraf)
c.    Bagian Akhir yaitu Penutup (meliputi: Ringkasan/kesimpulan studi kelayakan bisnis 2 paragraf)
2.    Laporan diketik dengan rapi dengan menggunakan kertas ukuran A4, jarak 1,5 spasi, dan jenis font menggunakan times new roman, size 12.
3.    Hasil pekerjaan dikirim melalui e mail dengan alamat: profjul.noor@gmail.com. Dengan kode nama di subject : SKB. NIM . Nama Mahasiswa
4.    Paling lambat saya terima di e-mail sebelum UTS.
*** Selamat Mengerjakan ***

Tidak ada komentar:

Posting Komentar