PENDAHULUAN
Sistem
transportasi dalam suatu negara selalu mempunyai arti penting, tidak hanya
sekedar sebagai alat mobilitas warganya tetapi lebih dari itu juga merupakan
penggerak roda perekonomian yang berdimensi sangat luas contohnya seperti
Terminal Multipurpose.
Terminal
Multipurpose adalah segala macam atau barang di dalam terminal atau pelabuhan
dengan bermacam-macam komoditi barang impor dan ekspor dalam suatu kegiatan.
Terminal
Nilam Timur Multipurpose merupakan salah satu terminal dengan tingkat kegiatan
bongkar muat yang paling tinggi di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya. Terminal
Multipurpose Nilam Timur (TMNT), sebelumnya merupakan terminal konvensional
yang dilengkapi dengan beberapa gudang. Sampai pada akhirnya PT.Pelindo III
mengoptimalkannya dengan melakukan Revitalisasi menjadi terminal modern.
Revitalisasi yang dilakukan PT. Pelindo III (Persero) pada Terminal Multipurpose
Nilam Timur (TMNT) membawa dampak positif dalam hal kinerja dan terdongkraknya
arus petikemas domestik melalui terminal ini.
Revitalisasi
yang dilakukan adalah dengan melkukan tahapan peningkatan bangunan dermaga,
memodernisasikan gudang menjadi lapangan penumpukan atau Container Yard (CY)
serta penyediaan peralatan bongkar muat khusus petikemas yang memadai.
Sebagai
terminal operator dan service provider, PT Multi Terminal Indonesia berupaya untuk
mengembangkan cakupan pelayanan dan penetrasi pasar dengan merespon keinginan
pelanggan dengan berusaha memberikan layanan yang cepat, aman dan murah serta
peyediaan fasilitas Terminal Multipupose untuk melayani menangani kegiatan
bongkar muat barang non petikemas (Break Bulk. Cargo Bulk, liquid Bulk)
LATAR
BELAKANG
Dengan
presentase kegiatan operasional yang mencapai hampir 80% maka Terminal Nilam
Timur merupakan terminal dengan tingkat pelayanan bongkar muat yang tersibuk
melakukan kegiatan operasional. Pertumbuhan bongkar muat barang khususnya
petikemas di Terminal Nilam Multipurpose Surabaya yang semakin meningkat hal
itu disebabkan karena semakin besarnya ekspor dan impor yang terjadi di Surabaya.
Oleh
karena itu dengan makin tingginya arus kegiatan bongkar muat khususnya
petikemas maka makin tingginya risiko yang terjadi, baik itu risiko yang
berhubungan dengan kecelakaan kerja, biaya maupun waktu.
Kegiatan
operasional yang tinggi di Terminal Nilam Timur Multipurpose mengakibatkan
banyaknya risiko atau kecelakaan yang sering terjadi hal tersebut disebabkan
oleh kecerobohan manusia atau pun
disebabkan karena kecakapan yang dimiliki kurang dan sangat terbatas.
Pembahasan
Masalah
Semua jenis kegiatan pasti
memiliki risiko dan permasalahan yang kapan saja bisa datang, tak terkecuali
pada kegiatan operasional di Terminal Multipurpose. Permasalahan yang datang
tak jauh dari masalah yang disebabkan oleh sumber daya manusia baik dari pihak
operator maupun tenaga kerja bongkar muat.
Hal tersebut mengakibatkan
terjadinya berbagai kecelakaan yang terjadi di lapangan. Kecelakaan diantaranya
kecelakaan yang menyebabkan luka ringan bahkan luka berat pada TKBM. Dan
kecelakaan tabrakan kapal yang disebabkan tidak lain dari kelalaian manusia itu
sendiri, maupun pengawasan atau kontrol dari keamanan dalam bekerja.
Dalam hal mengembangkan
cakupan pelayanan dan penetrasi pasar dengan merespon keinginan pelanggan
dengan berusaha memberikan pelayanan yang cepat, aman dan murah serta
penyediaan fasilitas Terminal Multipurpose untuk melayani kegiatan bongkar muat
barang.
METODE
Dalam
menganalisis masalah pembahasan terminal multipurpose ini , kita menggunakan
Metode analisis SWOT (Strength, Weakness, Opportunity, Threat) dimana didalam
kegitan operasional Terminal Multipurpose terdiri dari berbagai macam kegiatan.
Strength
(kekuatan)
Kekuatan
yang ada di Terminal Multipurpose adalah tersedianya kelengkapan peralatan alat
Bongkar Muat khusus yang memadai. Seperti : 3 unit container crane, 5 unit
Rubber Tyred Gantry serta di lengkapai 12 unit Head Truck dan Chasis. Selain
itu meningkatnya kinerja bongkar muat petikemas yang signifikan, dan didukung
oleh berbagai fasilitas infrastruktur yang memadai untuk digunakan Sumber Daya
Manusia dalam melakukan aktivitas di terminal Multipurpose.
Weakness
(kelemahan)
Kelemahan
yang ada pada pelayanan Terminal Multipurpose ini diantaranya yaitu terdapat
beberapa risiko terhadap kecelakaan kerja dan biaya. Risiko tersebut berupa
risiko kapal tabrakan / bersenggolan dengan kapal lain. Selain itu terdapat
risiko pekerja / TKBM yang terpeleset, tersandung, kejatuhan benda di deck
kapal. Kegiatan pengisian bahan bakar terdapat risiko kebakaran. Kegiatan
Loading and Unloading Container pada saat di dermaga terdapat risiko CC
(Container Crane) roboh. Untuk penanganannya adalah dengan mengalihkan kepada
pihak ketiga yaitu asuransi yang akan dilaksanakan pada kelima risiko
tertinggi.
Opportunity
( Peluang)
Di
dalam kegiatan operasional Terminal Multipurpose terdapat beberapa kegiatan
dimana tersedia infrastruktur dan peralatan bongkar muat yang memadai sehingga
memberikan peluang yang cukup baik dan bagus untuk perusahaan mendapatkan
keuntungan, yang besar dari customer yang mempercayai fasilitas dan pelayannan
dari terminal multipurpose yang kita operasionalkan.
Threath
( Ancaman )
Dengan
semakin berkembangnya tingkat kegiatan terminal multipurpose maka semakin
banyak pula kompotitor lain yang berlomba lomba meningkatkan kualitas pelayanan
(persaingan) sehingga kita dituntut agar mampu mempertahankan kepercayaan
customer pada pelayanan yang kita berikan. Dengan adanya persaingan tersebut
maka terjadilah kompetitif tarif dimana persaingan dari tarif dapat kita
tangani dengan cara meningkatkan level of service, melakukan perbaikan
pelayanan terhadap penanganan bongkar muat, jaminan keamanan serta layanan
kegiatan operasional 24 jam.
Kesimpulan
v Berdasarkan
analisis metode SWOT maka dapat di disimpulkan Terminal Multipurpose di Terminal Nilam Timur terdapat kelengkapan
perlengkapan alat bongkar muat.
v Berdasarkan
analisis metode SWOT maka dapat disimpulkan Terminal Multipurpose di Terminal Nilam Timur terdapat kelemahan yang ada pada pelayanan
Terminal Multipurpose ini diantaranya yaitu terdapat beberapa risiko terhadap
kecelakaan kerja dan biaya.
v Berdasarkan
analisis metode SWOT maka dapat di disimpulkan Terminal Multipurpose di Terminal Nilam Timur terdapat pendapatan yang menguntungan dikarenakan infrastruktur
yang baik sehingga mendapatkan kepercayaan dari customer.
Saran
v Diharapkan
pelengkapan bongkar muat dan TKBM di rawat serta ditingkatkan lagi.
v Perlu
dilakukan pembinaan kepada TKBM agar menjadi lebih profesional lagi dalam melaksanakan kegiatan bongkar / muat barang.
v Perlu
dilakukan penelitian lanjutan yang lebih mendalam lagi menyangkut dampak
eksternalitas yang ditimbulkan dengan adanya pengembangan pelabuhan tersebut
baik itu dampak terhadap masyarakat maupun lingkungan disekitar pelabuhan.
Management
Operasi Terminal Multipurpose
Dosen : Capt. Thamrin,
SE, MM
Nama Kelompok
1. Oscar
Colegan ( 224310010 )
2. Cynthia
Utami Agustin ( 224310065 )
3. Ria
Nurmalia Rahmadhani ( 224310054 )
4. Novitta
Shinta (224310019 )
5. Gabriel
Abednego ( 224310095 )
Tidak ada komentar:
Posting Komentar