Jumat, 14 Juni 2013

Motivasi dengan kepemimpinan

Motivasi adalah proses yang menjelaskan intesitas, arah dan ketekunan seorang individu untuk mencapai tujuannya.
Tiga elemen utama dalam definisi ini adalah intensitas, arah dan ketekunan
Berdasarkan teori hierarki kebutuhan Abraham Maslow, teori X dan Y Douglas McGregor maupun teori motivasi kontetomporer, arti Motivasi adalah alasan yang mendasari sebuah perbuatan yang di lakukan oleh seorang invidu. Seseorang dikatakan memiliki motivasi tinggi dapat diartikan orang tersebut meiliki alasan yang sangat kuat untuk mencapai apa yang diinginkannya dengan mengerjakan pekerjaannya yang sekarang.
Sejarah Teori Motivasi
Tahun 1950 merupakanperiode perkembangan konsep – konsep motivasi. Teori – teori yang berkembang pada masa ini adalah hierarki teori kebutuhan, teori X dan Y, dan teori dua faktor.
Hierarki Teori Kebutuhan Maslow
Teori Hierarki Kebutuhan
Teori motivasi yang paling terkenal adalah teori kebutuhan milik Abraham Maslow. Terdapat hierarki dari lima kebutuhan, yaitu :
•    Fisiologis ( rasa lapar, haus, seksual, dan kebutuhan fisik lainnya)
•    Rasa aman ( rasa ingin dilindungi dari bahaya fisik dan emosional )
•    Sosial ( rasa kasih sayang, kepemilikan, penerimaan dan persahabatan)
•    Penghargaan ( faktor penghargaan internal dan eksternal)
•    Aktualisasi diri (pertumbuhan, pencapaian potensi sekarang, dan pemenuhan diri sendiri )

Maslow memisahkan lika kebutuhan ke dalam urutan – urutan.

Kebutuhan Fisiologis dan rasa aman sebagai kebutuhan tingkat rendah secara dominan dipenuhi secara eksternal sedangkan kebutuhan sosial, penghargaan dan aktualisasi diri sebagai kebutuhaan tingkat tinggi secara dominan dipenuhi secara internal.

Teori X dan teori Y
Douglas McGregor menemukan teori X dan teori Y setelah Mengaji cara para manager berhubungan dengan para karyawan. Kesimpulan yang didapatkan adalah pandangan manajer mengenai sifat manusia didasarkan atas beberapa kelompok asumsi tertentu dan bahwa mereka cenderung membentuk perilaku mereka terhadap karyawan berdasarkan asumsi – asumsi tersebut.

Ada empat asumsi yang dimiliki manager dalam teori X
1.    Karyawan pada dasarnya tidak menyukai pekerjaan dan sebisa mungkin berusaha untuk menghindarinya
2.    Karena karyawan tidak menyukai pekerjaan, mereka harus dipakai, dikendalikan,atau diancam dengan hukuman untuk menapai tujuan
3.    Karyawan akan menghindari tanggung jawab dan mencari perintah formal, di manna ini adalah asumsi ketiga
4.    Sebagian karyawan menempatkan keamanan di atas semua faktor lain terkait pekerjaan dan menunjukan sedikit ambisi.
Bertentangan dengan pandangan – pandangan negatif mengenai sifat manusia dalam teori X, ada pula empat asumsi positif yang disebutkan dalam teori Y, Yaitu :
1.    Karyawan menganggap kerja sebagai hal yang menyenangkan, seperti halnya istirahat dtau bermain.
2.    Karyawan akan berlatih mengndalikan diri dan emosi untuk mencapai berbagai tujuan.
3.    Karyawan bersedia belajar untuk menerima, menari dan bertanggung jawab.
Karyawan mampu membuat berbagai keputusan inovatif yang diedarkan ke seluruh populasi, dan hanya bagi mereka yang menduduki posisi manajemen.
Teori Motivasi Kontemporer
    Teori motivasi kontemporer teori yang menggambarkan kondisi pemikiran saa ini dalam menjelaskan motivasi karyawan.
Teori kebutuhan MCClelland
    Teori kebutuhan McClelland dikembangkan ole david McClelland dan teman-temannya. Teori kebutuhan McClelland berfokus pada tiga kebutuhan yang di definisikan sebagai berikut :
1.    Kebutuhan berpretasi    : Dorongan untuk melebihi, mencapai standar – standar, berusaha keras untuk berhasil
2.    Kebutuhan Berkuasa    : Kebutuhan untuk membuat individu lain berprilaku sedemikan rupa sehingga mereka tidak akan berperilaku sebaliknya.
3.    Kebutuhan Berafiliasi     : Keinginan untuk menjalin suatu hubungan antarpersonal yang ramah dan akrab
Teori evaluasi Kognitif
    Adalah teori yang menyatakan bahwa pemberian penghargaan – penghargaan ekstrinsik untuk prilaku yang sebelumnya memuaskan secara instrinsik cenderung mengurangi tingkat motivasi secara keseluruhan.
Teori Penentuan tujuan
    Adalah teori yang mengemumakan bahwa niat untuk mencapai tujuan merupakan sumber motivasi kerja yang utama
Teori Penguatan
    Adalah teori di mana perilaku merupakan sebuah fungsi dari konsekuensi-konsekuensinya (mengabaikan keasaan batin individu dan hanya terpusat pada apa yang terjadi pada seorang ketika ia melakukan tindakan).
Teori Keadilan
    Teori bahwa individu membandingkan masukan masukan pekerjaan mereka dengan masukan masukan dan hasil pekerjaan orang lain dan kemudian merespons untuk menghilangkan ketidakasilan
Teori Harapan
    Adalah kekuatan dari suatu kecenderungan untuk bertindak dalam cara tertentu tergantung pada kekuatan dari suatu harapan tindakan tersebut akan diikuti dengan hasil yang ada pada daya tarik dari hasil itu terhadap individu tersebut.
Area Motivasi Manusia
Empat area utama manusia adalah makanan, cintak, seks dan pencapaian. Tujuan – tujuan yang mendasari motivasi ditentukan sendiri oleh individu yang melakukannya,individu dianggap tergerak untuk mencapai tujuan karena motivasi intrinsik ( keinginan beraktivitas atas meraih pencapaian tertentu semata-mata demi kesenangan atau kepuasan dan melakukan aktivitas tersebut), atau karena motivasi ektrinsik, yakni keinginan untuk mengejar suatu tujuan yang diakibatkan oleh imbalan-imbalan eksternal.
Variabel – variabel Motivasi
    Kerlinger, N.Fred dan Elazar J. Pedhazur ( 1987) dalam Cut Zurnali (2004) menyatakan bahwa variabel motivasi terdiri dari :
1.    Motif atas kebutuhan dari pekerjaan ( Motive)
2.    Pengharapan atas lingkungan kerja ( Expectation)
3.    Kebutuhan atas imbalan (insentive)
Unsur – unsur motivasi
    Stanley Vance ( 1982) mengatakan bahwa pada hakikatnya motivasi adalah perasaan atau keinginan seseorang yang berada dan bekerja pada kondisi tertentu untuk melaksanakan tindakan – tindakan yang menguntungkan di lihat dari persepektif pribaadi maupun organisasi.
Robert Dubin (1985) mengartikan motivasi sebagai kekuatan kompleks yang membuat seseorang berkeinginan memulai dan menjaga kondisi kerja dalam organisasi.
Tujuan
    Manusia adalah makhluk bertujuan, meskipun tidak ada manusia yang mempunyai tujuan yang benar – benar sama di dalam mengarungi hidup, demikian juga organisasi, pasti membuat tujuan.
Kekuatan dari dalam diri individu
Manusia adalah insan yang memiliki energi, apakah itu energi fisik, otak, mental, maupun spritual. Manusa organisasional bekerja di dalam organisasi semata mata karena terpanggil untuk berbuat tanpa mengingkari ada maksud – maksud yang ingin dicapai dalam pekerjaan, seperti gaji.

Keuntungan
    Bahwa manusia bekerja ingin mendapatkan keuntungan, pemikiran ini sangat manusiawi. Meski harus dihindari pemikiran seperti ini yang hanya ingin bekerja manakala ada keuntungan langsung di peroleh. Keuntungan ini akan menjadi sumber bahaya bagi manusia organisasional. Manusia organisasional adalah makhluk normal yang taraf pengabdiannya tinggi sekalipun, dalam proses kerja tidak terlepas dari adanya hasrat ingin meraih sesuatu.Adapun salah satu ciri manajemen yang baik adalah adanya perencanaan yang baik yang disusun sesuai dengan potensi pendukung untuk mencapai tujuan yang dicapai. Manajer dalam pelaksanaan tugasnya tidak berdiri sendiri, akan tetapi terikat dengan pengikut-pengikutnya.
TIPE – TIPE MOTIVASI   
Motivasi merupakan fenomena hidup yang banyak corak dan ragamnya. Secara umum motivasi dapat di klasifikasikan menjadi empat jenis. Diantaranya adalah
MOTIVASI POSITIF
Adalah suatu usaha untuk membangkitkan motif dan di arahkan pada usaha untuk mempengaruhi seorang agar bekerja dengan baik dan antusias dengan cara memberikan keuntungan kepadanya.
Jenis – jenis motivasi positif antara lain :
1.    Imbalan yang menarik
2.    Informasi tentang pekerjaan
3.    Kedudukan atau jabatan
4.    Perhatian atasan terhadap bawahan
5.    Kondisi Kerja
6.    Rasa Partisipasi
7.    Dianggap penting
8.    Pemberian tugas dan tanggungjawabnya
9.    Pemberian kesempatan untuk tumbuh dan berkembang

Motivasi Negative
Adalah motivasi yang bersumber dari rasa takut. Mptivasi yang berlebihan akan membuat organisasi tidak mampu mencapai Tujuan.
Motivasi dari dalam
Adalah motivasi yang berdasarkan kesadaran seseorang dalam tanggung jawab terhadap pekerjaannya. Dengan demikian berarti juga bahwa kesenangan pekerja muncul pada waktu dia bekerja dan dia sendiri menyukai pekerjaan itu. Baginya berbuat adalah suatu kewajiban, paksaan , imbalan yang bersifat eksternal lainnya memang penting, akan tetapi tidaklah lebih penting ketimbang aspek aspek nirmaterial.
Motivasi dari luar
Adalah motivasi yang muncul sebagai akibat adanya pengaruh yang ada di luar pekerjaan dan dari luar diri pekerja. Biasanya motivasi ini semata – mata di dorong oleh adanya sesuatu yang ingin di capai dan bersumber dari faktor – faktor di luar subjek.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar